Ihram.co.id — Pebalap veteran Fernando Alonso mengakui timnya, Aston Martin F1 Team, menghadapi awal musim yang sulit dalam persiapan Formula One 2026. Meski demikian, juara dunia dua kali tersebut menargetkan perbaikan besar sebelum seri pembuka musim di Melbourne.
Tim asal Inggris itu dinilai masih tertinggal dari para rival setelah menjalani rangkaian pengujian pramusim yang tidak berjalan mulus, terutama dari sisi performa dan reliabilitas mobil.
Baca Juga: Mobil F1 2026 Red Bull Dinilai Lebih Mudah Dikendalikan, Isack Hadjar Ungkap Perubahan Besar
Aston Martin Hadapi Awal Musim yang Sulit
Persiapan Aston Martin menuju musim 2026 tidak berlangsung ideal. Setelah hanya mampu mengikuti sesi shakedown terbatas di Barcelona, tim mengalami sejumlah masalah teknis pada pengujian pramusim pertama di Bahrain International Circuit.
Aston Martin hanya mencatatkan total 206 lap selama tiga hari pengujian, jumlah yang tergolong rendah dibandingkan tim pesaing seperti Williams Racing, yang bahkan sempat melewatkan sesi uji coba sebelumnya di Barcelona.
Tim membawa mobil AMR26 terbaru dengan desain aerodinamika racikan Adrian Newey serta menggunakan unit daya dari Honda. Namun, catatan waktu terbaik Alonso dan rekan setimnya Lance Stroll hanya menempatkan mereka di posisi ke-21 dan ke-22 secara keseluruhan dalam daftar waktu.
Situasi tersebut membuat Alonso menilai Aston Martin saat ini masih berada di posisi tertinggal.
“Kami jelas berada di posisi belakang saat ini,” ujar Alonso yang kami kutip dari GPBlog.com, Minggu (15/2)
Targetkan Perbaikan Besar dari Optimalisasi Mobil
Meski hasil awal belum memuaskan, Alonso menilai performa mobil AMR26 masih jauh dari kondisi optimal dan menyimpan potensi peningkatan signifikan.
Pebalap asal Spanyol itu menjelaskan bahwa perubahan kecil pada setelan mobil dapat menghasilkan selisih waktu yang besar di lintasan.
Ia mencontohkan pengalaman saat melakukan satu lap uji coba di Bahrain, ketika dirinya sempat melebar di Tikungan 4 namun justru mampu memperbaiki catatan waktu hingga delapan persepuluh detik setelahnya.
Menurut Alonso, hal tersebut menunjukkan masih banyak ruang pengembangan pada mobil.
“Ada lap di mana kami bisa naik atau turun delapan persepuluh detik hanya dengan mengganti satu pengaturan. Jadi bukan hanya mencari dua persepuluh detik saat optimalisasi, mungkin kami bisa membuka selisih dalam hitungan detik,” jelasnya.
Ia berharap pengujian berikutnya dapat memberikan gambaran performa yang lebih jelas serta membantu tim menemukan setelan terbaik sebelum musim dimulai.
Alonso Dukung Adrian Newey dan Pengembangan Sasis
Di tengah berbagai kendala teknis, Alonso tetap memberikan dukungan penuh kepada Adrian Newey yang bertanggung jawab atas pengembangan aerodinamika mobil Aston Martin.
Menurutnya, pengalaman panjang Newey di Formula 1 menjadi jaminan bahwa masalah pada sisi sasis dapat segera diatasi.
Alonso menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini justru pada pemahaman terhadap regulasi baru 2026, terutama terkait unit daya dan integrasi teknisnya.
Ia optimistis Aston Martin akan segera mencapai performa maksimal setelah seluruh aspek mobil bekerja secara optimal.
Selain membahas performa tim, Alonso juga menyinggung regulasi baru Formula 1 2026 yang dinilai membuat mobil lebih lambat dibandingkan generasi sebelumnya.
Dengan nada bercanda, ia menyebut mobil generasi baru tersebut bahkan bisa dikendarai oleh seorang koki di lintasan Bahrain, sebagai bentuk kritik terhadap karakter mobil yang dianggap lebih mudah dikendalikan.
Baca Juga: McLaren Desak FIA Perbaiki Aturan Keselamatan F1 2026 Sebelum GP Australia
Musim Formula 1 2026 akan dimulai di Melbourne, Australia, dan Aston Martin kini berpacu dengan waktu untuk meningkatkan performa serta reliabilitas mobil AMR26.
Meski menghadapi awal yang sulit, keyakinan Alonso terhadap potensi pengembangan tim serta pengalaman teknis Adrian Newey menjadi modal penting bagi Aston Martin untuk melakukan perbaikan besar dan bersaing di musim 2026.
Ikuti Ihram.co.id
