— Tim McLaren F1 Team menuntut Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) melakukan perubahan aturan keselamatan Formula 1 2026 sebelum seri pembuka musim di Australian Grand Prix.

Kepala tim Andrea Stella menilai pengamatan dari sesi uji coba Bahrain menunjukkan risiko yang dapat dihindari dengan penyesuaian sederhana pada regulasi teknis.

“Keselamatan di grid harus diutamakan. Ada beberapa hal sederhana yang bisa diperbaiki sebelum Australia,” ujar Stella yang kami kutip dari Autosports.com, Sabtu (14/2).

Baca Juga: Ferrari Tolak Ajukan Protes atas Mesin Mercedes, Desak Kejelasan Aturan FIA

Stella menyoroti tiga area yang berpotensi membahayakan pembalap:

  1. Prosedur Start Balapan: Mobil harus siap dengan unit tenaga penuh saat lampu merah padam. Start yang lambat atau prosedur yang rumit berisiko menimbulkan insiden di grid.
  2. Perbedaan Kecepatan Minimal di Trek Lurus: Dengan tidak adanya sistem DRS, mobil kini mengikuti sangat dekat, meningkatkan risiko tabrakan saat mobil depan mendadak mengurangi kecepatan untuk mengisi energi baterai. Stella mengingat insiden dramatis Mark Webber di Valencia 2010 dan Riccardo Patrese di Estoril 1992 sebagai contoh.
  3. Fenomena Lift and Coast: Strategi pengurangan akselerasi demi hemat energi baterai menimbulkan perbedaan kecepatan besar antar mobil, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan. Stella menilai penyesuaian jumlah energi baterai dalam kondisi tertentu dapat mengatasi masalah ini.

“Beberapa isu lebih besar dari kepentingan kompetitif. Keselamatan grid bisa dicapai dengan penyesuaian sederhana, itu jelas prioritas,” tambah Stella.

Aturan Keselamatan Selalu Dibahas Setiap Musim

Diskusi terkait start balapan sempat muncul pada pertemuan Komisi F1 Juli tahun lalu. Usulan memberi lebih banyak waktu bagi pembalap di grid gagal disetujui karena kepala tim Ferrari, Frédéric Vasseur, menolak perubahan. Ferrari sebelumnya menyesuaikan desain unit tenaga agar kompatibel dengan prosedur start pendek, sehingga merasa dirugikan jika aturan diubah sekarang.

Stella menegaskan bahwa keselamatan pembalap harus lebih diutamakan daripada pertimbangan kompetitif tim.

Baca Juga: Max Verstappen Tuduh Mercedes Sembunyikan Performa Asli di Tes F1 Bahrain

“Kami tidak membicarakan siapa tercepat di kualifikasi atau balapan. Yang dibahas adalah keselamatan,” katanya.

Isu ini diperkirakan akan kembali dibahas dalam pertemuan Komisi F1 pekan depan, dengan McLaren berharap keputusan diambil sebelum GP Australia agar risiko insiden dapat diminimalkan.