— Tim Scuderia Ferrari memutuskan mencopot desain sayap belakang eksperimental yang dijuluki “Macarena” setelah sesi latihan bebas pada F1 GP China 2026 di Shanghai International Circuit, Jumat (13/3/2026).

Perangkat aerodinamika inovatif tersebut sempat menarik perhatian karena desainnya yang tidak biasa. Namun Ferrari akhirnya memilih tidak menggunakannya lagi menjelang sesi sprint qualifying, memicu pertanyaan mengenai efektivitas dan keandalannya.

Baca Juga: Hasil FP1 F1 GP China 2026: Russell Pimpin Dominasi Mercedes, Verstappen di Posisi 8

Debut di FP1 Akhir Pekan Balapan

Sayap “Macarena” pertama kali digunakan Ferrari dalam sesi latihan bebas (FP1) di Shanghai, yang menjadi satu-satunya sesi latihan pada akhir pekan dengan format sprint.

Dua pembalap Ferrari, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, menjalankan mobil SF-26 dengan perangkat tersebut sepanjang sesi.

Hasilnya, Leclerc mencatat waktu tercepat kelima, sedangkan Hamilton menempati posisi keenam.

Leclerc terpaut sekitar 0,8 detik dari catatan waktu tercepat yang dibuat pembalap Mercedes AMG Petronas F1 Team, George Russell. Sementara Hamilton tertinggal sekitar 1,388 detik dari Russell.

Cara Kerja Sayap “Macarena”

Cara Kerja Sayap Macarena Ferrari
Foto: SportNews

Sayap belakang tersebut menjadi sorotan karena memiliki mekanisme yang berbeda dari desain konvensional di Formula 1.

Flap pada sayap dapat berputar hingga 180 derajat pada porosnya ketika mobil memasuki mode kecepatan tinggi di lintasan lurus. Mekanisme ini dirancang untuk membantu mengurangi hambatan udara sekaligus meningkatkan efisiensi aerodinamika.

Karena gerakan rotasinya yang unik, perangkat tersebut dijuluki “Macarena wing” oleh pengamat paddock—mengacu pada gerakan tangan berputar dari tarian populer Macarena.

Ferrari sebelumnya telah menguji konsep ini pada tes pramusim kedua di Bahrain, sebelum akhirnya dibawa ke akhir pekan balapan resmi di China.

Baca Juga: Ferrari Bawa “Macarena Wing” ke GP China, Inovasi Sayap 180° Ini Bikin Paddock Heboh

Kekhawatiran Reliabilitas Jadi Alasan Utama

Setelah menjalankan sayap tersebut dalam sesi latihan, Ferrari akhirnya memutuskan mengganti kembali sayap belakang konvensional untuk sisa akhir pekan.

Keputusan itu dilaporkan berkaitan dengan kekhawatiran soal reliabilitas komponen.

Mekanisme rotasi pada sayap harus menahan beban aerodinamika yang sangat besar ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Ferrari disebut belum sepenuhnya yakin perangkat tersebut cukup kuat untuk bertahan sepanjang sesi sprint, kualifikasi, dan balapan.

Karena itu tim memilih pendekatan yang lebih aman demi menjaga performa dan keandalan mobil selama akhir pekan.

Hamilton Apresiasi Upaya Inovasi Ferrari

Meski akhirnya tidak digunakan lebih lanjut di Shanghai, Hamilton tetap memuji langkah Ferrari yang berani menghadirkan inovasi teknis sejak awal musim.

Menurut Hamilton, tim telah melakukan cukup banyak pengujian untuk mendapatkan data dari perangkat tersebut.

“Kami menjalankan sayap itu selama sekitar satu hari penuh, jadi saya rasa kami sudah mendapatkan data yang dibutuhkan,” kata Hamilton.

Juara dunia tujuh kali itu juga menilai kerja keras tim di pabrik patut diapresiasi karena berhasil mempercepat pengembangan komponen baru.

Hamilton menegaskan bahwa inovasi dan pembaruan teknis merupakan bagian penting dalam persaingan di Formula 1.

Baca Juga: Lewis Hamilton Tak Sabar Jajal Sayap “Macarena” Ferrari di F1 GP China 2026

Walau tidak dipakai pada sisa akhir pekan F1 GP China, Ferrari kemungkinan tidak sepenuhnya meninggalkan konsep tersebut.

Data dari tes pramusim di Bahrain dan sesi latihan di Shanghai akan dianalisis untuk melihat apakah desain ini bisa disempurnakan.

Jika berhasil diperbaiki, sayap belakang “Macarena” berpotensi menjadi salah satu inovasi aerodinamika paling menarik di era regulasi baru Formula 1 2026.