— Pebalap Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton, mengaku tidak sabar untuk menjajal inovasi aerodinamika terbaru timnya yang dijuluki “Macarena wing” pada seri kedua Formula 1 2026, yakni Chinese Grand Prix di Shanghai.

Sayap belakang radikal tersebut sebelumnya menarik perhatian besar di paddock ketika pertama kali muncul pada mobil SF-26 saat sesi Formula 1 pre-season testing Bahrain. Ferrari kini dikabarkan siap menggunakannya untuk pertama kali dalam akhir pekan balapan resmi setelah tidak dipakai pada seri pembuka musim.

Pada balapan pertama musim ini di Australian Grand Prix, Ferrari tampil kompetitif dengan Charles Leclerc finis di posisi ketiga dan Hamilton di posisi keempat.

Baca Juga: Ferrari Bawa “Macarena Wing” ke GP China, Inovasi Sayap 180° Ini Bikin Paddock Heboh

Hamilton Puji Kerja Keras Tim Ferrari

Hamilton mengungkapkan rasa bangganya terhadap kerja keras tim Ferrari yang berhasil mempercepat proses pengembangan komponen tersebut agar bisa digunakan lebih cepat dari rencana awal.

Menurut juara dunia tujuh kali itu, sayap belakang baru tersebut sebenarnya dijadwalkan hadir pada tahap pengembangan yang lebih lambat, tetapi para insinyur Ferrari bekerja ekstra untuk menghadirkannya lebih awal.

“Saya sangat berterima kasih kepada tim karena sebenarnya komponen ini direncanakan muncul lebih lama lagi. Mereka bekerja sangat keras untuk mengembangkannya dan membawanya ke sini,” kata Hamilton kepada media di Shanghai.

Ia menilai upaya Ferrari menghadirkan pembaruan teknis dengan cepat menjadi bukti keseriusan tim dalam bersaing memperebutkan kemenangan pada musim ini.

“Senang melihat tim benar-benar berjuang, mendorong batas, dan bekerja lembur di pabrik untuk membawa upgrade. Itulah inti dari persaingan di Formula 1,” tambahnya.

Inovasi Sayap Belakang yang Jadi Sorotan

Sayap belakang Ferrari tersebut dijuluki “Macarena wing” oleh sejumlah pihak di paddock karena gerakan flap-nya yang terlihat berputar ekstrem, bahkan mendekati 180 derajat pada kondisi tertentu.

Hamilton sendiri mengaku tidak mengetahui apakah julukan itu merupakan nama resmi dari komponen tersebut.

“Saya tidak tahu apakah itu nama resminya. Seseorang menyebutnya Macarena, saya juga tidak tahu kenapa. Saya menyebutnya flip-flop wing,” ujarnya.

Secara teknis, desain tersebut bertujuan mengoptimalkan keseimbangan antara downforce di tikungan dan pengurangan drag di lintasan lurus. Dengan konfigurasi aerodinamika yang dapat berubah drastis, Ferrari berharap mobilnya dapat mempertahankan kecepatan tinggi tanpa mengorbankan stabilitas saat menikung.

Baca Juga: F1 GP Australia 2026: Lewis Hamilton Nikmati Sensasi Mobil Baru Meski Regulasi Kontroversial

Ferrari Hadapi Tantangan Mengejar Mercedes

Meski membawa inovasi baru, Ferrari masih menghadapi tantangan besar untuk mengejar performa Mercedes-AMG Petronas Formula One Team yang tampil sangat kuat pada seri pembuka musim.

Dalam balapan di Melbourne, George Russell memimpin Mercedes meraih kemenangan dengan dominasi yang cukup meyakinkan, sementara Ferrari tertinggal lebih dari 15 detik di belakang.

Hamilton mengakui keunggulan Mercedes saat ini cukup besar, terutama dalam hal performa di lintasan lurus.

“Di kualifikasi selisihnya sekitar delapan persepuluh detik. Dalam balapan sekitar empat sampai lima persepuluh ketika mereka berada di udara bersih. Itu jarak yang sangat besar,” jelasnya.

Perang Pengembangan Akan Menentukan Musim

Hamilton menilai persaingan musim 2026 akan sangat bergantung pada kemampuan masing-masing tim menghadirkan pembaruan teknis secara konsisten sepanjang musim.

Dengan regulasi baru yang mulai berlaku tahun ini, hampir semua tim masih terus bereksperimen untuk menemukan konfigurasi paling optimal.

“Semuanya bergantung pada pengembangan. Laju pengembangan saat ini sangat cepat untuk semua tim,” ujar Hamilton.

Ia menambahkan bahwa beberapa balapan ke depan akan menjadi indikator penting tim mana yang mampu meningkatkan performa mobil secara signifikan.

Baca Juga: Lewis Hamilton Curigai Keunggulan Mercedes di F1 GP Australia, Singgung Celah Regulasi Mesin

Ferrari sendiri berharap debut sayap “Macarena” di F1 GP China 2026 dapat menjadi langkah awal untuk memangkas jarak dengan Mercedes dan kembali bersaing memperebutkan kemenangan di musim 2026.