Ihram.co.id — Lewis Hamilton mempertanyakan keunggulan besar yang ditunjukkan Mercedes-AMG Petronas Formula One Team dalam sesi kualifikasi Formula 1 Australian Grand Prix. Ia menyinggung kemungkinan adanya pemanfaatan celah regulasi mesin yang berkaitan dengan rasio kompresi.
Mercedes tampil dominan di sesi kualifikasi yang berlangsung di Albert Park Circuit, Melbourne. Dua pembalap mereka, George Russell dan rookie Andrea Kimi Antonelli, berhasil mengunci baris terdepan untuk balapan.
Russell merebut pole position dengan keunggulan sekitar 0,8 detik dari para pesaingnya—selisih yang cukup besar dalam era modern Formula One, yang biasanya diwarnai persaingan sangat ketat.
Hamilton Soroti Dugaan Celah Rasio Kompresi
Hamilton mengatakan bahwa dirinya belum memahami sepenuhnya dari mana peningkatan performa Mercedes berasal. Ia menilai tim tersebut tidak menunjukkan indikasi keunggulan sebesar itu selama tes pramusim.
Karena itu, ia menyinggung isu rasio kompresi mesin yang sebelumnya sempat menjadi pembahasan di paddock F1.
Dalam pengujian pramusim, Mercedes disebut-sebut menemukan cara memaksimalkan rasio kompresi mesin melalui interpretasi tertentu terhadap regulasi teknis. Hal ini memicu kekhawatiran beberapa pabrikan mesin lain yang kemudian meminta klarifikasi kepada Fédération Internationale de l’Automobile (FIA).
“Saya tidak benar-benar memahaminya. Mereka tidak terlihat memiliki kecepatan seperti itu saat pengujian pramusim, lalu tiba-tiba memiliki tenaga ekstra,” kata Hamilton kepada media.
Ia berharap keunggulan tersebut murni berasal dari peningkatan performa normal, bukan dari eksploitasi celah aturan.
“Saya berharap itu hanya soal tenaga mesin yang lebih baik dan kami harus bekerja lebih keras. Tapi saya berharap itu bukan soal rasio kompresi,” ujarnya.
FIA Siapkan Perubahan Prosedur Pengujian
Isu ini telah sampai ke FIA, yang kemudian merespons dengan rencana memperketat prosedur pengujian mesin.
Perubahan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juni, tepat sebelum seri Monaco Grand Prix. Regulasi baru itu bertujuan memastikan seluruh pabrikan mesin mematuhi batasan teknis yang sama.
Langkah ini diharapkan dapat mencegah potensi eksploitasi celah regulasi yang bisa menciptakan ketimpangan performa di lintasan.
Hamilton: Ferrari Bisa Meniru Jika Diperlukan
Hamilton menegaskan bahwa jika keunggulan Mercedes memang berasal dari pemanfaatan rasio kompresi, maka timnya Ferrari juga harus mempertimbangkan pendekatan yang sama.
Menurut juara dunia tujuh kali itu, keuntungan performa besar dalam beberapa seri awal musim bisa berdampak besar terhadap perebutan gelar juara.
“Jika memang itu soal rasio kompresi, saya akan kecewa jika FIA membiarkannya terjadi,” kata Hamilton.
Ia menambahkan bahwa dalam situasi tersebut Ferrari perlu melakukan langkah serupa agar tidak tertinggal terlalu jauh.
“Jika mereka memiliki keuntungan seperti itu selama beberapa bulan pertama musim, maka Anda bisa kehilangan banyak poin,” ujarnya.
Hamilton Alami Masalah Tenaga di Kualifikasi
Di tengah polemik mengenai performa Mercedes, Hamilton sendiri mengalami kualifikasi yang kurang mulus.
Pembalap Ferrari itu sebenarnya tampil cukup kompetitif pada sesi Q1 dan merasa mobilnya berada dalam kondisi yang baik.
Namun ketika memasuki Q2, ia mengalami masalah tenaga mesin yang memaksanya kembali ke pit untuk pemeriksaan.
“Sejauh ini akhir pekan berjalan sangat baik sampai Q2,” kata Hamilton.
Setelah kembali ke lintasan, ia kesulitan mendapatkan putaran cepat karena temperatur ban menurun dan kondisi lintasan lebih padat.
Situasi tersebut membuatnya gagal mencatatkan waktu optimal dan akhirnya hanya mampu menempati posisi ketujuh pada grid start.
Baca Juga: Start dari Belakang di F1 GP Australia 2026, Max Verstappen Salahkan Regulasi Baru
Persaingan Awal Musim Diprediksi Ketat
Hasil kualifikasi di Melbourne langsung memicu diskusi di paddock mengenai potensi perubahan peta persaingan musim ini.
Dominasi Mercedes di kualifikasi menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi penantang serius dalam perebutan gelar musim ini. Sementara itu, Ferrari dan tim-tim lain masih harus bekerja keras untuk mengejar selisih performa.
Balapan Formula 1 GP Australia 2026 sendiri akan menjadi ujian pertama untuk melihat apakah keunggulan Mercedes benar-benar berlanjut saat lomba berlangsung.
Ikuti Ihram.co.id
