— Scuderia Ferrari menunjukkan performa dominan pada hari terakhir tes pramusim Formula 1 2026 di Bahrain International Circuit, Jumat (21/2/2026) waktu setempat. Pembalap Charles Leclerc berhasil mencatatkan waktu tercepat, mengungguli para pesaingnya dengan selisih waktu yang signifikan, sekaligus menutup periode pramusim yang penuh antisipasi.

Enam hari pengujian resmi di Sirkuit Bahrain telah rampung, menandai berakhirnya salah satu periode pramusim paling menarik dalam beberapa tahun terakhir. Ferrari, memanfaatkan kondisi lintasan yang ideal pada jam-jam terakhir tes kedua, berhasil melakukan simulasi performa maksimal.

Leclerc, yang sudah memimpin sesi pertama, kembali mempertajam waktunya hingga mencatatkan waktu terbaik sepanjang tes, yakni 1 menit 31,992 detik. Catatan ini tak tersentuh hingga akhir sesi, menunjukkan keunggulan Ferrari di akhir pengujian.

Ferrari Tunjukkan Kecepatan Puncak

Charles Leclerc tampil luar biasa sepanjang sesi terakhir, menuntaskan lebih dari 130 lap dengan mobil SF-26. Waktu terbaiknya, 1 menit 31,992 detik, menempatkannya hampir satu detik di depan pembalap di posisi kedua, Lando Norris dari McLaren, yang mencatatkan waktu 1 menit 32,871 detik. Keunggulan ini menjadi sinyal kuat bagi Ferrari menjelang dimulainya musim kompetisi F1 2026.

Posisi ketiga ditempati oleh juara dunia bertahan, Max Verstappen, untuk Red Bull Racing, dengan selisih 1,117 detik dari Leclerc. Sementara itu, George Russell menjadi pembalap terbaik untuk Mercedes di posisi keempat. Pierre Gasly melengkapi lima besar untuk Alpine F1 Team, diikuti oleh pembalap Haas, Ollie Bearman, di posisi keenam.

Rookie F1, Arvid Lindblad, mencatat rekor lap terbanyak dengan 165 lap bersama Racing Bulls dan finis di posisi kesembilan. Carlos Sainz Jr. menempati posisi kesepuluh untuk Williams Racing.

Kendala Teknis dan Keterbatasan Tim Lain

Dominasi Ferrari kontras dengan nasib beberapa tim lain yang menghadapi kendala teknis. Lando Norris dari McLaren kehilangan waktu lintasan krusial pada sore hari karena masalah teknis pada mobilnya, yang diduga terkait dengan sistem pendinginan. Norris bahkan tidak turun ke lintasan dalam dua jam pertama sesi sore. Meskipun demikian, ia tetap berhasil mencatat hampir 50 lap.

Red Bull Racing, meski menempatkan Max Verstappen di posisi ketiga, juga mengalami kendala. Isack Hadjar, pembalap Red Bull lainnya, menyelesaikan 59 lap. Tim juara dunia bertahan ini dilaporkan mengalami kebocoran hidrolik pada RB22 yang membatasi jalannya sesi pagi mereka.

Aston Martin Hadapi Masalah Serius

Pramusim yang buruk bagi Aston Martin F1 Team berakhir lebih cepat. Masalah mesin yang berlarut-larut serta kurangnya komponen power unit dari Honda membuat Lance Stroll hanya mampu menyelesaikan enam lap pada Jumat sore. Tim asal Inggris ini mengakhiri sesi lebih awal, dua jam sebelum waktu yang ditentukan, karena kendala teknis yang parah.

Honda mengonfirmasi adanya masalah terkait baterai pada unit tenaga mereka, yang ditambah dengan kekurangan suku cadang, membatasi rencana lintasan tim secara signifikan.

Performa Tim Lain dan Harapan Musim 2026

Mercedes, meskipun finis di posisi keempat melalui George Russell, juga menghadapi beberapa kendala reliabilitas. Kimi Antonelli mengalami kehilangan tekanan pneumatik yang mengurangi waktu balapnya di pagi hari. Namun, Russell menyatakan optimisme terhadap potensi mobil W17 dan menekankan pentingnya peningkatan reliabilitas serta performa start balapan.

Tim-tim lain seperti Alpine, Haas, dan Racing Bulls menunjukkan performa yang cukup menjanjikan. Pierre Gasly membawa Alpine finis di posisi kelima, sementara Ollie Bearman di posisi keenam untuk Haas. Arvid Lindblad dari Racing Bulls mencatat jumlah lap terbanyak di hari terakhir dengan 165 lap, menunjukkan daya tahan yang baik.

Secara keseluruhan, tes pramusim F1 2026 di Bahrain ditutup dengan Ferrari dan Charles Leclerc memimpin klasemen waktu tercepat. Hasil ini memberikan gambaran awal mengenai potensi tim-tim menjelang musim balap yang akan segera dimulai di Sirkuit Albert Park, Australia.