— Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait regulasi baru Formula 1 yang akan berlaku mulai musim 2026. Juara dunia empat kali ini menilai perubahan regulasi tersebut menghasilkan mobil yang tidak lagi terasa seperti mobil F1, melainkan lebih mirip dengan Formula E yang dipacu lebih ekstrem.

Verstappen secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap perubahan fundamental pada mobil F1 2026. Ia menggambarkan mobil baru tersebut sebagai “Formula E di-steroid” dan menyebutnya sebagai “anti-balap”, sebuah pernyataan yang mencerminkan kekecewaannya terhadap arah pengembangan olahraga tersebut.

Kekhawatiran ini muncul seiring dengan perubahan signifikan pada sistem mesin yang kini mengombinasikan mesin pembakaran internal dan tenaga listrik secara seimbang, serta penghapusan DRS yang digantikan aerodinamika aktif.

Regulasi Baru F1 2026 dan Kritik Verstappen

Musim 2026 akan menjadi musim yang berbeda bagi Max Verstappen. Setelah gagal mempertahankan gelar pada musim 2025 yang direbut Lando Norris, ini menjadi kali pertama dalam empat tahun terakhir ia tidak datang sebagai juara bertahan. Namun, fokus utamanya saat ini tertuju pada perubahan regulasi teknis yang drastis.

Regulasi baru 2026 memperkenalkan sistem mesin yang lebih mengandalkan energi listrik, dengan pembagian kekuatan 50-50 antara mesin pembakaran internal dan komponen listrik. Selain itu, teknologi Drag Reduction System (DRS) dihapus dan diganti dengan aerodinamika aktif yang memiliki dua mode: Z-Mode untuk cengkeraman maksimal di tikungan dan X-Mode untuk efisiensi di lintasan lurus.

Menanggapi perubahan ini, Verstappen menyatakan, “Saya merasa mobil ini bukan terasa seperti mobil F1. Rasanya seperti Formula E yang dipacu lebih ekstrem.” Ia menambahkan bahwa mobil tersebut lebih terasa seperti “manajemen” daripada balapan murni, karena pembalap harus terus-menerus mengelola energi baterai.

Verstappen bahkan menyebut mobil RB22 sebagai mobil yang paling tidak ia sukai selama membela Red Bull dan mengakui harus mengubah gaya mengemudinya untuk beradaptasi. Kekecewaan Verstappen ini juga diamini oleh pembalap senior seperti Fernando Alonso, yang menyatakan bahwa mobil baru ini membuat tikungan berkecepatan tinggi menjadi kurang menantang.

Masa Depan Verstappen di Formula 1

Kritik keras Verstappen terhadap regulasi baru sempat menimbulkan spekulasi mengenai masa depannya di Formula 1. Ia sempat mengisyaratkan bahwa waktunya di F1 mungkin mendekati akhir karena regulasi yang ada tidak membantunya untuk bertahan lebih lama. “Saya rasa waktunya memang sudah semakin mendekati akhir,” ujarnya.

“Regulasi sekarang tidak terlalu membantu saya untuk bertahan lebih lama di Formula 1. Tapi itu tidak masalah. Saya sudah sangat bahagia dengan karier saya di sini.” Verstappen juga menyatakan keinginannya untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga.

Namun, F1 CEO Stefano Domenicali dan bos Red Bull Racing, Laurent Mekies, telah menepis kekhawatiran tersebut. Domenicali menegaskan bahwa ia yakin Verstappen akan terus berkompetisi di Formula 1 dan telah melakukan pertemuan konstruktif dengannya.

Mekies pun menyatakan “nol kekhawatiran” mengenai masa depan Verstappen di tim. Verstappen sendiri telah mengklarifikasi bahwa ia akan tetap berkompetisi, meskipun ia berharap regulasi di masa depan bisa lebih menyenangkan bagi para pembalap.

Prediksi Tim Kuat Musim 2026: Mercedes Berpeluang Besar

Meskipun mengkritik regulasi baru, Verstappen tetap bertekad untuk memburu gelar juara dunia kelimanya. Ia juga memberikan pandangannya mengenai tim yang berpotensi kuat pada musim 2026. Menurut Verstappen, tim-tim yang menggunakan unit tenaga (power unit) dari Mercedes memiliki peluang besar untuk tampil kompetitif.

Saat ini, empat tim dipastikan akan menggunakan unit tenaga Mercedes pada musim 2026, yaitu Mercedes-AMG Petronas Formula One Team, McLaren, Williams Racing, dan Alpine F1 Team. “Saya pribadi merasa tim yang menggunakan mesin Mercedes akan tampil bagus,” ujar Verstappen.

Prediksi ini didukung oleh laporan awal dari tes pramusim di Bahrain yang menunjukkan performa kuat dari tim-tim yang menggunakan mesin Mercedes. Keunggulan Mercedes dalam pengembangan unit tenaga baru dan potensi pemanfaatan regulasi aerodinamika aktif menjadi faktor kunci dalam prediksinya.

Musim Formula 1 2026 diprediksi akan menjadi salah satu musim yang paling menarik dengan perubahan regulasi yang signifikan. Meskipun ada kekhawatiran dari pembalap seperti Verstappen mengenai arah olahraga ini, persaingan ketat dan potensi kejutan dari berbagai tim, terutama yang didukung oleh unit tenaga Mercedes, akan tetap menjadi daya tarik utama bagi para penggemar.