Ihram.co.id — Federasi Balap Motor Internasional (FIM) mengakui adanya kesalahan dalam pemberian poin pada balapan pembuka Moto2 GP Thailand 2026. Kesalahan tersebut terjadi setelah balapan yang berlangsung dramatis dengan dua kali penghentian menggunakan bendera merah tetap diberikan poin penuh, padahal jarak balapan yang diselesaikan tidak memenuhi ketentuan regulasi.
Setelah melakukan peninjauan ulang, FIM akhirnya mengoreksi keputusan tersebut dan mengumumkan revisi klasemen Moto2. Sesuai regulasi olahraga yang berlaku, para pembalap kini hanya menerima setengah poin dari hasil balapan di Sirkuit Internasional Chang, Buriram.
Balapan Pembuka Musim Berlangsung Dramatis
Balapan Moto2 di Thailand awalnya dijadwalkan berlangsung selama 22 lap. Namun lomba harus dihentikan pada lap keempat setelah terjadi kecelakaan yang melibatkan beberapa pembalap, termasuk Senna Agius, David Alonso, dan pembalap tim American Racing, Filip Salac.
Insiden tersebut cukup serius karena Alonso sempat tertabrak motor yang terjatuh. Meski demikian, pembalap muda yang menjadi salah satu favorit musim ini itu beruntung tidak mengalami cedera serius.
Balapan kemudian dilanjutkan kembali dengan rencana jarak 11 lap. Namun restart tersebut kembali terganggu setelah kecelakaan lain terjadi pada lap pertama yang melibatkan Luca Lunetta dari tim Speed Up Racing dan Sergio Garcia dari Gresini Racing. Race direction akhirnya kembali mengibarkan bendera merah.
Setelah dua kali penghentian, balapan dimulai lagi untuk ketiga kalinya dengan jarak yang dipersingkat menjadi tujuh lap.
Manu Gonzalez Raih Kemenangan
Dalam balapan yang berlangsung singkat tersebut, pembalap Liqui Moly Dynavolt Intact GP, Manu Gonzalez, berhasil keluar sebagai pemenang. Ia finis di depan Izan Guevara, sementara posisi ketiga ditempati pembalap Aspar Team, Dani Holgado.
Hasil tersebut sempat diumumkan dengan pemberian poin penuh kepada para pembalap, di mana Gonzalez mendapatkan 25 poin sebagai pemenang. Namun keputusan itu langsung memicu kebingungan di kalangan tim dan pengamat MotoGP.
Sesuai buku regulasi Moto2, poin penuh hanya diberikan apabila balapan mencapai setidaknya dua pertiga dari total jarak yang direncanakan.
FIM Temukan Kesalahan Sistem Perhitungan
Dalam pernyataan resmi yang dirilis beberapa hari setelah balapan, FIM menjelaskan bahwa kesalahan terjadi pada sistem penghitungan jarak balapan. Perangkat lunak race control tidak memberikan peringatan yang biasanya muncul ketika balapan tidak mencapai 50 persen dari jarak total.
Hal itu terjadi karena satu lap dari start kedua, yang seharusnya dianggap tidak berlaku, justru ikut dimasukkan dalam total jarak balapan yang dihitung oleh sistem.
“Setelah dilakukan peninjauan terhadap hasil balapan Moto2 di Thailand, ditemukan kesalahan dalam total jarak balapan yang dihitung,” tulis FIM dalam pernyataan resminya.
“Akibat beberapa kali start ulang pada Grand Prix Thailand, satu lap dari start kedua yang seharusnya tidak dihitung justru dimasukkan dalam total jarak balapan.”
Karena jarak balapan yang benar ternyata tidak mencapai ambang batas yang disyaratkan, maka sesuai regulasi hanya setengah poin yang dapat diberikan.
FIM juga menegaskan bahwa langkah verifikasi tambahan akan diterapkan pada sistem penghitungan hasil balapan guna mencegah kesalahan serupa terjadi di masa depan.
Klasemen Moto2 Berubah
Revisi poin tersebut berdampak langsung pada klasemen awal Moto2 2026. Manu Gonzalez yang sebelumnya mendapatkan 25 poin kini hanya mengoleksi 12,5 poin sebagai pemenang balapan.
Berikut klasemen Moto2 setelah revisi hasil GP Thailand:
| Posisi | Pembalap | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Manu Gonzalez | 12,5 |
| 2 | Izan Guevara | 10 |
| 3 | Dani Holgado | 8 |
| 4 | Ivan Ortola | 6,5 |
| 5 | Collin Veijer | 5,5 |
| 6 | Celestino Vietti | 5 |
| 7 | Alonso Lopez | 4,5 |
| 8 | Daniel Munoz | 4 |
| 9 | Deniz Oncu | 3,5 |
| 10 | Ayumu Sasaki | 3 |
| 11 | Aron Canet | 2,5 |
| 12 | Alex Escrig | 2 |
| 13 | Tony Arbolino | 1,5 |
| 14 | Barry Baltus | 1 |
| 15 | Marcos Ferrandez | 0,5 |
Meski tidak mengubah posisi pemenang balapan, revisi ini menegaskan pentingnya ketelitian dalam sistem penghitungan jarak dan poin dalam kejuaraan dunia Moto2.
Ikuti Ihram.co.id
