— Presiden Real Madrid, Florentino Perez, secara terbuka mengakui tanggung jawab penuh atas kegagalan klub meraih trofi pada musim ini. Berdasarkan laporan internal, Perez menilai keterpurukan Los Blancos bukan disebabkan oleh kualitas pemain, melainkan murni kesalahan dalam penunjukan nakhoda tim.

Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam menyusul tersingkirnya Real Madrid dari Liga Champions oleh Bayern Munich. Perez menyadari bahwa kegagalan proyek jangka panjang yang melibatkan Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa merupakan kekeliruan penilaian pribadi yang berdampak fatal bagi performa tim di kompetisi domestik maupun Eropa.

Baca Juga: Real Madrid Ingin Bajak Pedri dari Barcelona, Florentino Perez Siapkan Rencana Jangka Panjang

Saat ini, manajemen klub sedang mempertimbangkan sejumlah nama besar untuk mengisi kursi kepelatihan yang kosong. Nama-nama seperti Jurgen Klopp, Mauricio Pochettino, Didier Deschamps, hingga Jose Mourinho dikabarkan masuk dalam radar pantauan Perez yang ingin mengambil kendali penuh dalam penunjukan manajer berikutnya.

Kesalahan Penilaian terhadap Alonso dan Arbeloa

Perez mengakui bahwa penunjukan Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa dalam kurun waktu sepuluh bulan terakhir tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Alonso secara resmi dipecat pada 12 Januari lalu setelah kekalahan telak di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona, sementara Arbeloa dipastikan tidak akan melanjutkan posisinya setelah liga berakhir.

Baca Juga: Real Madrid Berencana Jual Lunin dan Promosikan Javi Navarro Usai Juara Youth League

Dalam refleksi pribadinya, Perez menyesali keterlambatan dalam melakukan pergantian manajer yang seharusnya dilakukan lebih awal guna menyelamatkan musim. Ia sempat mempertimbangkan pemecatan Alonso lebih cepat setelah kekalahan dari Celta Vigo pada awal Desember, namun ia terbujuk untuk menunda keputusan tersebut hingga akhirnya keadaan semakin memburuk.

“Kedua sosok tersebut dianggap sebagai kesalahan penilaian pribadi oleh presiden, dan ia mengambil tanggung jawab penuh atas musim yang mengecewakan ini,” lapor ABC sebagaimana dikutip dari Madrid Universal.

Skuad Aman dari Perombakan Besar-besaran

Menariknya, analisis internal yang dilakukan Perez justru membebaskan para pemain dari beban tanggung jawab atas kegagalan musim ini. Sang presiden tetap meyakini bahwa skuad saat ini memiliki kualitas dan potensi besar yang belum tergali maksimal, sehingga ia tidak berencana melakukan perombakan besar-besaran terhadap komposisi tim utama.

Baca Juga: Arda Guler Menjadi Target Transfer Xabi Alonso Apabila Melatih Liverpool

Fokus utama klub pada bursa transfer mendatang akan diarahkan pada penguatan area spesifik yang dianggap krusial, terutama sektor bek tengah, bek kanan, dan lini tengah. Perez percaya bahwa kehadiran manajer kelas dunia akan mampu mengembalikan performa terbaik para pemain bintang yang saat ini menghuni Valdebebas tanpa harus membuang banyak pilar penting.

Rencana lainnya mencakup integrasi kembali pemain muda seperti Nico Paz dan Victor Munoz, serta menyambut kembalinya Endrick setelah masa pinjamannya berakhir. Namun, klub tetap mempertimbangkan untuk melepas beberapa pemain seperti Eduardo Camavinga, Dani Ceballos, atau Fran Garcia jika ada tawaran yang mampu menghasilkan pendapatan signifikan bagi kas klub.

Target Manajer Elit untuk Musim Mendatang

Real Madrid kini sedang memasuki fase krusial dalam pencarian manajer baru yang mampu membawa stabilitas kembali ke klub. Meskipun nama-nama seperti Klopp dan Mourinho terus beredar, Perez belum menjatuhkan pilihan akhir karena ingin bertindak lebih hati-hati dibandingkan keputusan-keputusan sebelumnya.

Perez meyakini bahwa masih ada waktu untuk bertindak secara cermat, terutama dengan adanya faktor Piala Dunia FIFA mendatang yang diperkirakan akan memengaruhi ketersediaan pelatih top di pasar transfer. Sang presiden bertekad untuk memastikan bahwa kesalahan yang terjadi dengan Alonso dan Arbeloa tidak akan terulang kembali pada musim depan.

Meskipun perubahan skuad diperkirakan tetap ada, langkah tersebut tidak akan dilakukan secara impulsif atau seluas yang dibayangkan oleh para penggemar. Prioritas utama tetap pada penunjukan sosok pemimpin di pinggir lapangan yang memiliki rekam jejak teruji di level tertinggi sepak bola internasional.