General Manager GEA Aesthetic, Inneke Huang, memperkenalkan PolyPhil, produk perawatan kulit yang mengandung ekstrak DNA ikan trout, di Jakarta baru-baru ini. Menurutnya, bahan tersebut dirancang untuk merangsang proses regenerasi alami kulit.
Inneke menjelaskan bahwa DNA ikan trout bekerja dengan mendukung aktivitas fibroblast, merangsang produksi kolagen dan elastin, meningkatkan hidrasi, serta membantu perbaikan jaringan kulit secara alami.
Ikan trout termasuk keluarga Salmonidae, namun berbeda jenis dengan ikan salmon. Perbedaan utama yang disebutkan adalah habitat: trout hidup di air tawar dan lebih mudah dibudidayakan, sehingga ekstraksi DNA-nya dianggap lebih praktis untuk kebutuhan industri kecantikan.
Manfaat Dalam Protokol Perawatan
Inneke menyatakan PolyPhil berbasis polynucleotide (PN) dirancang untuk memperbaiki kualitas kulit melalui stimulasi regenerasi. Produk ini dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi skin rejuvenation dan preventive anti-aging treatment.
Menurut penjelasan yang disampaikan, PolyPhil dapat membantu memperbaiki tampilan bopeng bekas jerawat, mengurangi kerutan halus, memperbaiki tekstur kulit, serta diaplikasikan pada area sensitif seperti under eye.
Peran Pada Perawatan Lain dan Kulit Kepala
Selain aplikasi pada wajah, PolyPhil disebut juga dapat mendukung kesehatan rambut dan kulit kepala. Produk ini juga dapat digunakan sebagai persiapan kulit sebelum prosedur estetika lain seperti filler, botulinum toxin, chemical peeling, maupun perawatan laser.
Dukungan Data dan Proses Produksi
Inneke menyampaikan PolyPhil dipasarkan sebagai solusi yang mengedepankan science, safety, dan hasil alami. Dia menyebutkan pengalaman penggunaan klinis selama lebih dari 20 tahun di Eropa dan lebih dari 80 publikasi peer-reviewed yang mendukung teknologi PN-HPT pada produk tersebut.
Salah satu pembicara internasional, Dr. med. univ. Konstantin Frank dari Munich, menjelaskan bahwa kualitas dan keamanan polynucleotide dipengaruhi oleh proses pemurnian dan sumber bahan baku. Menurut dr. Konstantin, PolyPhil menggunakan DNA ikan trout air tawar dari peternakan terkontrol di Eropa dan diproses melalui teknologi PN-HPT untuk menjaga kemurnian dan konsistensi produk.
Inneke menilai kehadiran PolyPhil dengan DNA ikan trout akan menambah pilihan terapi regenerative aesthetics bagi dokter dan pasien di Indonesia.
Ikuti Ihram.co.id
