— Gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch, mengakui bahwa penampilan timnya saat kalah 1-0 dari Galatasaray di leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada Selasa (10/3/2026) malam tidak cukup baik. Namun, ia menegaskan keyakinannya bahwa The Reds mampu membalikkan defisit tersebut di leg kedua yang akan digelar di Anfield.

Gol tunggal Mario Lemina di menit ketujuh pertandingan yang berlangsung di RAMS Park, Istanbul, menjadi pembeda dalam laga tersebut. Meskipun kedua tim menciptakan sejumlah peluang, Liverpool harus puas dengan kekalahan tipis yang membuat mereka dalam posisi tertinggal menjelang pertandingan kedua.

Evaluasi Kekalahan dan Harapan untuk Leg Kedua

Gravenberch, yang berbicara kepada Liverpoolfc.com setelah pertandingan, menyatakan kekecewaannya atas hasil tersebut. “Tentu saja (kekecewaan menjadi emosi malam ini),” ujar Gravenberch. “Jika Anda datang ke sini, Anda tahu itu akan menjadi pertandingan yang sulit dan jika Anda bermain seperti ini, itu tidak cukup. Tapi kami tahu ini hanya pertandingan pertama, kami memiliki pertandingan kedua di Anfield dan kami harus membalikkannya di sana.”

Ia menambahkan bahwa timnya merasa keberuntungan tidak berpihak kepada mereka, terutama di menit-menit awal. “Terkadang kami memiliki perasaan juga di lapangan bahwa keberuntungan tidak bersama kami. Terutama dalam lima atau 10 menit pertama, saya pikir jika kami mencetak satu atau dua gol maka itu akan menjadi pertandingan yang berbeda. Tapi pada akhirnya, kami tidak memainkan permainan yang bagus dan kami tahu itu. Minggu depan harus jauh lebih baik.”

Peluang yang Terbuang dan Atmosfer Kandang

Pemain asal Belanda ini juga menyoroti masalah penyelesaian akhir Liverpool di sepertiga akhir lapangan. “Jika Anda tidak mencetak gol melawan mereka dan Anda mendapatkan yang pertama melawan Anda, dengan suasana ini dan dengan para penggemar ini, akan sulit di sini,” jelasnya. “Semoga minggu depan, kami bermain di stadion kandang kami dan dengan penggemar tuan rumah kami, kami yakin bahwa kami dapat membalikkannya.”

Gravenberch menekankan pentingnya dukungan dari para penggemar di Anfield untuk memotivasi tim dalam membalikkan keadaan. “Minggu depan kami memiliki penggemar kami sendiri, kami bermain di Anfield, kami bermain di rumah dan kami yakin kami dapat membalikkannya. Kami memiliki tim yang bagus, kami memiliki pemain bagus tetapi kami harus bekerja keras dan menunjukkan kepada mereka bahwa kami bisa melakukannya,” tegasnya.

Motivasi Menuju Pertandingan Berikutnya

Menjelang leg kedua, Gravenberch mengungkapkan motivasi timnya yang tinggi untuk meraih kemenangan. “Tentu saja (kami termotivasi). Mereka senang sekarang tetapi kami harus menunjukkan kepada mereka bahwa kami bahagia minggu depan,” katanya. Ia menambahkan bahwa tim harus bekerja keras dan membuktikan kemampuan mereka di hadapan pendukung sendiri.

Pertandingan leg kedua antara Liverpool dan Galatasaray dijadwalkan akan berlangsung di Anfield pada Rabu, 18 Maret 2026. Liverpool berharap dapat memanfaatkan status tuan rumah untuk membalikkan agregat dan melaju ke babak selanjutnya di Liga Champions. Kekalahan di leg pertama ini menjadi sorotan tersendiri bagi Liverpool yang musim ini juga menghadapi tantangan di liga domestik.

Sebelumnya, Ryan Gravenberch baru saja menandatangani kontrak jangka panjang baru dengan Liverpool hingga 2032, sebuah indikasi kepercayaan klub terhadap performanya yang menunjukkan peningkatan signifikan sejak Arne Slot mengambil alih tim. Keputusan ini menegaskan komitmen pemain asal Belanda tersebut untuk tetap berkontribusi bagi The Reds di masa mendatang.

Pada pertandingan leg pertama, Liverpool tercatat menerima beberapa kartu kuning, termasuk untuk Gravenberch sendiri, Virgil van Dijk, Dominik Szoboszlai, dan Milos Kerkez. Sementara itu, Davinson Sanchez dari Galatasaray juga mendapat kartu kuning.

Di sisi lain, performa Mohamed Salah dalam pertandingan tersebut dinilai kurang memuaskan. Ia tampil kurang menonjol dan ditarik keluar pada menit ke-60, menandai penampilan ke-81-nya di Liga Champions untuk Liverpool.

Kekalahan dari Galatasaray ini menambah daftar hasil yang kurang memuaskan bagi Liverpool musim ini, yang sebelumnya juga pernah mengalami kekalahan telak 4-1 dari PSV Eindhoven di Liga Champions pada November 2025, di mana Gravenberch juga mengungkapkan rasa “marah” atas performa tim.