Ihram.co.id — Pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Galatasaray melawan Liverpool akhirnya ditutup dengan kemenangan tipis 1-0 untuk skuad tuan rumah. Laga yang berlangsung penuh tensi pada 11 Maret 2026 ini tidak hanya diwarnai oleh gol cepat di awal pertandingan, tetapi juga oleh keputusan krusial Video Assistant Referee (VAR) yang secara dramatis menyelamatkan keunggulan Galatasaray dari kebangkitan tim tamu.
Kemenangan ini menjadi modal yang sangat berharga bagi wakil Turki tersebut sebelum melakoni leg kedua yang berat di Anfield nanti.
Gol Kilat Mario Lemina Menjadi Pembeda
Tuan rumah Galatasaray langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan. Strategi agresif ini membuahkan hasil instan saat laga baru berjalan tujuh menit. Berawal dari skema serangan yang rapi, Victor Osimhen berhasil menyodorkan umpan atau assist matang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Mario Lemina.
Gol semata wayang dari Lemina ini terbukti menjadi pembeda dan satu-satunya gol sah yang tercipta sepanjang 90 menit jalannya pertandingan.
Drama VAR: Handball Gagalkan Penyeimbang The Reds
Tertinggal satu gol, Liverpool merespons dengan meningkatkan intensitas serangan secara drastis di babak kedua. Pelatih Liverpool bahkan melakukan sejumlah rotasi agresif, seperti menarik keluar Mohamed Salah dan Milos Kerkez pada menit ke-60 untuk memasukkan Jeremie Frimpong dan Andrew Robertson, disusul pergantian Florian Wirtz dengan Cody Gakpo di menit ke-73.
Puncak ketegangan terjadi pada menit ke-72 ketika Liverpool akhirnya berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan. Namun, selebrasi para penggawa The Reds harus terhenti secara dramatis. Wasit memutuskan untuk melakukan peninjauan VAR dan menemukan adanya pelanggaran handball dalam proses terciptanya peluang yang melibatkan bek veteran Virgil van Dijk. Keputusan tegas wasit menganulir gol tersebut membuat skor 1-0 tetap bertahan.
Statistik Sengit dan Kerugian Davinson Sanchez
Secara keseluruhan, pertandingan berjalan sangat seimbang dan terbuka. Baik Galatasaray maupun Liverpool sama-sama melepaskan total 14 percobaan tembakan sepanjang laga. Agresivitas Liverpool di babak kedua juga sukses membuat mereka membalikkan penguasaan bola (ball possession) menjadi 54 persen berbanding 46 persen. Dari sisi kualitas peluang, Galatasaray mencatatkan angka Expected Goals (xG) 1.46, sedikit di atas Liverpool yang menorehkan xG 1.25.
Tingginya tensi di menit-menit akhir laga juga memaksa wasit bekerja keras. Gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch, diganjar kartu kuning pada menit ke-88 akibat menahan laju lawan (holding). Kerugian besar justru dialami tuan rumah; bek andalan mereka, Davinson Sanchez, menerima kartu kuning pada menit ke-90 karena pelanggaran (foul), yang memaksanya harus absen pada laga penentu di leg kedua nanti.
Ikuti Ihram.co.id
