Ihram.co.id — Pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions yang mempertemukan wakil Norwegia, Bodo/Glimt, melawan raksasa Portugal, Sporting CP, menyajikan kejutan besar di paruh pertama. Tampil tak gentar di hadapan pendukungnya sendiri pada 12 Maret 2026, skuad tuan rumah sukses mendikte permainan dan menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Laga ini benar-benar didominasi oleh agresivitas skuad Bodo/Glimt yang sukses membuat pertahanan Sporting CP kewalahan.
Penalti Sondre Fet dan Gol VAR Ole Blomberg
Tekanan tanpa henti Bodo/Glimt akhirnya membuahkan hasil saat laga memasuki pertengahan babak pertama. Pada menit ke-32, wasit menunjuk titik putih, dan Sondre Fet yang maju sebagai eksekutor sukses menuntaskan tugasnya untuk membuka keunggulan tuan rumah menjadi 1-0.
Memasuki masa tambahan waktu (injury time) babak pertama, Bodo/Glimt semakin menjauh. Ole Blomberg sukses mengoyak jala gawang Sporting CP pada menit ke-45+1′. Gol ini sempat memicu ketegangan di lapangan, namun wasit Ivan Kruzliak yang melakukan peninjauan Video Assistant Referee (VAR) akhirnya mengesahkan gol tersebut semenit berselang (45+2′), menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran offside dalam proses terciptanya gol.
Hujan Kartu Kuning dan Dominasi Statistik Tuan Rumah
Tingginya tensi pertandingan juga tergambar dari kerasnya duel di atas lapangan. Kapten Sporting CP, Morten Hjulmand, harus menerima kartu kuning pada menit ke-20 akibat perilaku tidak sportif (unsportsmanlike conduct). Di kubu tuan rumah, bek Jostein Gundersen juga diganjar kartu kuning pada menit ke-44 karena menjegal lawan (tripping). Bahkan, tepat sebelum babak pertama usai, penyerang sayap Sporting, Francisco Trincao, juga tercatat melakukan pelanggaran keras yang berbuah tendangan bebas untuk Bodo/Glimt (45+3′) yang dieksekusi cepat oleh Patrick Berg.
Secara statistik, keunggulan 2-0 ini sangat sejalan dengan jalannya pertandingan. Bodo/Glimt tampil mendominasi dengan menguasai aliran bola (ball possession) sebesar 55 persen berbanding 45 persen. Tim kuda hitam Norwegia ini begitu mengancam dengan melepaskan 6 total tembakan dan mencatatkan angka harapan gol (Expected Goals atau xG) yang tinggi, yakni 1.65. Sebaliknya, Sporting CP seolah tak berkutik dan hanya mampu menciptakan 3 percobaan tembakan dengan angka xG sangat minim, yakni 0.18.
Ikuti Ihram.co.id
