Ihram.co.id — Pertandingan babak 16 besar Liga Champions yang mempertemukan Chelsea melawan Paris Saint-Germain di Stamford Bridge seakan menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah. Hingga jeda turun minum, skuad The Blues terpaksa tertinggal 0-2 dari tim tamu, membuat mereka semakin terpuruk dengan agregat sementara yang sangat timpang, yakni 2-7.
Alih-alih mengejar ketertinggalan agregat di hadapan pendukungnya sendiri, lini pertahanan Chelsea justru tampil rapuh dan mudah ditembus oleh barisan penyerang raksasa Prancis tersebut.
Serangan Klinis Tim Tamu Bungkam Publik Stamford Bridge
Laga baru berjalan enam menit, publik tuan rumah langsung dibuat terdiam oleh aksi Khvicha Kvaratskhelia yang sukses memecah kebuntuan dan merobek jala gawang Chelsea. Gol cepat ini seolah meruntuhkan mental bertanding para pemain tuan rumah sejak awal laga.
Belum sempat bangkit dan menata ulang barisan pertahanan, gawang Chelsea kembali bergetar pada menit ke-15. Kali ini giliran Bradley Barcola yang mencatatkan namanya di papan skor lewat penyelesaian akhir yang mematikan. Keunggulan dua gol tanpa balas untuk Paris Saint-Germain ini terus bertahan hingga wasit Slavko Vincic meniup peluit tanda berakhirnya paruh pertama.
Dominasi Penguasaan Bola Chelsea yang Sia-sia
Ironisnya, jika melihat data statistik sementara di babak pertama, Chelsea sejatinya tampil sedikit lebih mendominasi aliran bola. Tuan rumah mencatatkan penguasaan bola sebesar 51,8 persen, membiarkan Paris Saint-Germain hanya memegang 48,2 persen bola.
Agresivitas The Blues dalam membongkar pertahanan lawan juga terlihat dari total 9 percobaan tembakan yang mereka lepaskan, berbanding 6 tembakan milik tim tamu. Namun, efektivitas serangan menjadi jurang pembeda yang sangat nyata di laga ini. Paris Saint-Germain tampil sangat klinis dengan mencatatkan 4 tembakan tepat sasaran ke arah gawang, sementara Chelsea hanya sanggup menorehkan 3 tembakan akurat yang semuanya sukses dimentahkan oleh penjaga gawang lawan.
Ikuti Ihram.co.id
