Ihram.co.id — Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk pada perdagangan awal pekan ini, Senin (2/2), setelah bergerak di zona merah sejak pembukaan pasar. IHSG tercatat turun 406,87 poin atau 4,88% ke level 7.922,73, mencerminkan tekanan jual yang meluas di seluruh sektor.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat seluruh indeks sektoral mengalami pelemahan pada perdagangan Senin. Sektor barang baku menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 10,74%, disusul sektor barang konsumer non-primer 7,67%, energi 7,66%, serta properti dan real estate 6,27%.
Sektor transportasi dan infrastruktur juga tercatat melemah masing-masing 6,18% dan 6,06%, diikuti sektor teknologi 6,04% dan perindustrian 5,88%. Sektor keuangan turun 2,33%, sementara barang konsumer primer dan sektor kesehatan mencatat koreksi masing-masing 1,73% dan 1,28%.
Total volume perdagangan saham di BEI pada hari ini mencapai 49,64 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 28,34 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 720 saham melemah, 58 saham menguat, dan 36 saham stagnan.
Top Losers dan Top Gainers LQ45
Tekanan jual paling dalam pada saham LQ45 terjadi pada PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang anjlok 15% ke Rp 595 per saham, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 14,95% ke Rp 2.730 per saham, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) terkoreksi 14,87% ke Rp 830 per saham.
Saham yang mencatat penguatan tertinggi adalah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 6,25% ke Rp 8.075 per saham, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) meningkat 5,45% ke Rp 2.030 per saham, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menguat 5,35% ke Rp 8.375 per saham.
Sentimen MSCI dan Arus Dana Asing Masih Menekan Pasar
Analis pasar menilai koreksi tajam IHSG pada Senin ini juga dipicu oleh sentimen global, terutama pembekuan sementara rebalancing indeks saham Indonesia oleh MSCI. Keputusan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai status dan tingkat investability pasar Indonesia di mata investor asing.
Selain itu, arus keluar dana asing yang masih berlangsung turut menekan pasar. Dalam beberapa hari terakhir, aksi jual bersih investor asing tercatat cukup signifikan, terutama pada saham-saham sektor perbankan dan teknologi, meski beberapa saham unggulan seperti BBRI masih mencatat pembelian bersih (net buy).
Baca Juga: IHSG Anjlok 5,43 Persen, Volatilitas Tinggi Dipicu Sentimen MSCI
Mirae Asset Sekuritas memperkirakan volatilitas IHSG masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan, dan investor disarankan tetap selektif serta mencermati perkembangan kebijakan global dan domestik yang memengaruhi arah pergerakan pasar saham.
Ikuti Ihram.co.id
