Ihram.co.id — Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyatakan kemarahannya atas kartu merah yang diterima oleh pemain mudanya, Franco Mastantuono, dalam pertandingan La Liga melawan Getafe pada Senin malam (2 Maret 2026). Arbeloa menilai insiden tersebut “tidak dapat diterima” dan sangat merugikan timnya yang tengah berjuang mengejar Barcelona di puncak klasemen.
Kekalahan tipis 0-1 dari Getafe di Santiago Bernabeu pada pertandingan tersebut semakin memperlebar jarak Real Madrid dengan Barcelona menjadi empat poin. Kekalahan ini menambah daftar hasil minor Los Blancos, yang sebelumnya juga menelan kekalahan di liga. Arbeloa mengakui performa timnya bisa lebih baik, namun ia merasa bahwa skuad asuhannya telah menunjukkan upaya yang cukup untuk meraih kemenangan.
Arbeloa Bela Performa Tim Meski Kalah
Meskipun timnya harus menelan kekalahan, Arbeloa tetap berusaha membela performa anak asuhnya. Ia menyatakan bahwa Real Madrid memiliki peluang yang lebih jelas dibandingkan Getafe. “Kami memiliki kesempatan Vinicius, Rudiger, dan Rodrygo,” ujar Arbeloa, merujuk pada beberapa peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol oleh para pemainnya.
Arbeloa menekankan bahwa timnya telah mengantisipasi gaya permainan Getafe. “Kami sudah tahu jenis permainan apa yang akan kami hadapi. Tidak ada yang terjadi di lapangan yang tidak kami antisipasi,” tambahnya. Ia juga mengambil tanggung jawab penuh atas hasil yang tidak memuaskan. “Jika ada yang tidak puas dengan permainan kami, tanggung jawab ada pada saya,” tegas Arbeloa.
Fokus pada Pengejaran Gelar La Liga
Arbeloa menegaskan bahwa perburuan gelar La Liga masih terbuka. “Sekarang kami tidak punya tujuan lain selain memenangkan 36 poin yang masih tersisa. Ini adalah Real Madrid dan tidak ada yang menyerah di sini,” katanya dengan optimis. Namun, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi juara mereka, terutama dengan performa yang dinilai jauh di bawah standar oleh para pendukung.
Dalam pertandingan tersebut, Getafe berhasil mencuri kemenangan berkat gol tunggal Martín Satriano pada menit ke-39 melalui tendangan voli spektakuler dari luar kotak penalti. Real Madrid berusaha keras untuk menyamakan kedudukan, namun berbagai peluang yang didapat, termasuk dari Vinicius Junior, Antonio Rudiger, dan Rodrygo, gagal berbuah gol. David Soria, kiper Getafe, tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial.
Kemarahan Arbeloa Tertuju pada Insiden Mastantuono
Di luar performa tim, kekesalan Arbeloa memuncak pada insiden yang menimpa Franco Mastantuono. Pemain muda Argentina yang baru bergabung dengan Real Madrid pada Agustus 2025 ini, harus menerima kartu merah langsung di menit-menit akhir pertandingan karena protes berlebihan terhadap wasit. Kartu merah ini membuatnya dipastikan absen dalam pertandingan tandang melawan Celta Vigo.
“Hal seperti ini tidak bisa diterima,” keluh Arbeloa. “Kartu kuning Huijsen dan Carreras adalah bagian dari permainan, tapi kehilangan tiga pemain penting di Vigo sangat disayangkan,” tambahnya, merujuk pada kartu merah Mastantuono dan dua pemain lainnya yang terkena akumulasi kartu kuning. Ia merasa kehilangan pemain kunci dalam situasi krusial seperti ini sangat merugikan tim.
Masa Depan dan Tantangan Real Madrid
Franco Mastantuono, yang didatangkan dengan mahar 45 juta Euro dari River Plate, diharapkan menjadi aset jangka panjang bagi Real Madrid. Namun, insiden kartu merah ini menambah daftar catatan negatifnya di musim ini. Sebelumnya, pemain berusia 18 tahun ini juga sempat dikritik karena kurangnya menit bermain dan performa yang dianggap belum maksimal.
Arbeloa menyatakan optimisme terhadap masa depan timnya meskipun menghadapi berbagai tantangan. “Kami memiliki pemain hebat, beberapa akan segera pulih, dan kami memiliki tujuan untuk terus meningkatkan performa. Kritik dan perspektif yang ada bisa dipahami, tapi kami bermain cukup baik untuk mengalahkan Getafe. Kami hanya gagal memanfaatkan peluang yang ada,” tutupnya.
Real Madrid dijadwalkan akan bertandang ke markas Celta Vigo pada Jumat malam (7 Maret 2026) untuk melakoni laga lanjutan La Liga. Kemenangan sangat dibutuhkan untuk terus menekan Barcelona sebelum rival abadi mereka itu menghadapi Athletic Club. Setelah itu, fokus tim akan beralih ke babak 16 besar Liga Champions melawan Manchester City.
Ikuti Ihram.co.id
