Iran dipastikan tidak akan berpartisipasi dalam putaran final Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang. Keputusan mengejutkan ini diumumkan oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, pada Rabu (11/3/2026), menyusul eskalasi konflik geopolitik yang melibatkan negaranya.

Menurut Donyamali, situasi politik yang memanas, termasuk serangan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel yang mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, membuat partisipasi tim nasional Iran di Piala Dunia 2026 menjadi tidak memungkinkan.

“Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak bisa berpartisipasi di Piala Dunia,” ujar Donyamali kepada televisi pemerintah, seperti dilansir dari Reuters.

Regulasi FIFA dan Kandidat Pengganti

Pembatalan keikutsertaan Iran menimbulkan pertanyaan mengenai siapa yang akan mengisi slot kosong tersebut di turnamen akbar sepak bola dunia. Berdasarkan regulasi FIFA, penggantian tim yang mengundurkan diri biasanya mempertimbangkan tim dengan performa terbaik yang tidak lolos kualifikasi dari konfederasi yang sama, atau runner-up dari babak play-off kualifikasi yang relevan. Dalam konteks Zona Asia (AFC), dua kandidat terkuat yang muncul adalah Irak dan Uni Emirat Arab (UEA).

Irak, yang berhasil mencapai babak playoff antarkonfederasi, menjadi salah satu kandidat utama. Tim berjuluk Singa Mesopotamia ini telah menunjukkan performa yang solid selama kualifikasi.

Sebagaimana dilaporkan oleh Daily Mail, Irak berpeluang besar langsung mengisi slot tersebut jika mereka gagal lolos melalui playoff antarbenua melawan Bolivia atau Suriname yang dijadwalkan pada akhir Maret 2026.

Sementara itu, UEA, yang kalah dari Irak dalam pertandingan playoff konfederasi pada tahun sebelumnya, juga memiliki peluang. Jika Irak berhasil memenangkan playoff antarbenua dan lolos ke Piala Dunia 2026, maka UEA menjadi negara yang paling mungkin menggantikan posisi Iran.

Regulasi FIFA sendiri memberikan kewenangan penuh kepada badan sepak bola dunia tersebut untuk menentukan tim pengganti, dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk performa dan situasi terkini.

Perjalanan Kualifikasi Irak dan UEA

Baik Irak maupun UEA telah menunjukkan perjuangan gigih selama babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Irak, yang merupakan langganan Piala Dunia pada tahun 1986, berhasil mencapai babak playoff antarkonfederasi setelah melalui pertarungan sengit. Dalam dua leg playoff melawan UEA pada November 2025, Irak berhasil unggul agregat 3-2 untuk memastikan tiket ke playoff antarkonfederasi.

Pertandingan playoff antarkonfederasi ini dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026, di mana Irak akan berhadapan dengan pemenang antara Bolivia dan Suriname untuk memperebutkan satu tempat di Piala Dunia 2026.

Sementara itu, UEA harus menelan pil pahit setelah kalah dari Irak di playoff. Meskipun demikian, performa mereka selama kualifikasi tetap patut diperhitungkan. Jika Irak berhasil lolos ke Piala Dunia 2026, slot pengganti Iran kemungkinan besar akan jatuh kepada tim lain dari AFC yang memiliki catatan terbaik, yang mana UEA berpotensi menjadi salah satunya, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan FIFA.