Ihram.co.id — Panggung M7 World Championship kembali memanas pada Sabtu, 24 Januari 2026. Wakil Indonesia, Alter Ego, akan menghadapi ujian terberat mereka saat berhadapan dengan Team Liquid PH pada babak lower bracket semifinal.
Pertandingan ini menjadi laga penentuan nasib bagi Alter Ego sekaligus harapan terakhir Indonesia untuk tetap bertahan dalam perburuan gelar juara dunia Mobile Legends: Bang Bang. Dengan format gugur, satu kesalahan kecil saja bisa mengakhiri perjalanan El Familia di ajang M-Series tahun ini.
Laga Hidup-Mati Alter Ego di Lower Bracket M7
Pertemuan Alter Ego kontra Team Liquid PH dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 24 Januari 2026 pukul 15.00 WIB dengan format best of five. Duel ini bukan sekadar soal tiket ke babak berikutnya, melainkan pertarungan menjaga harga diri region Indonesia di pentas dunia.
Bagi Alter Ego, kekalahan berarti akhir dari perjuangan Indonesia di M7. Sementara kemenangan akan membuka jalan panjang menuju grand final, meski mereka masih harus melewati satu pertandingan tambahan di hari yang sama.
Skenario Lanjutan Menuju Grand Final M7
Tim pemenang dari laga ini belum otomatis lolos ke partai puncak. Mereka harus kembali bertanding pada malam hari di lower bracket final melawan Selangor Red Giants, yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB.
Pertandingan lower bracket final tersebut akan menentukan satu tiket terakhir ke grand final M7, untuk menantang Aurora PH yang sudah lebih dulu menunggu. Seluruh laga di fase ini tetap menggunakan format best of five, menuntut kesiapan mental dan stamina ekstra.
Konsistensi Alter Ego Sepanjang Turnamen
Alter Ego tampil relatif stabil sejak Swiss Stage. El Familia mampu melewati fase awal dengan performa solid dan hanya sekali menelan kekalahan, yakni saat berhadapan dengan RORA PH di upper bracket semifinal.
Selebihnya, Alter Ego berhasil mengamankan lima kemenangan penting, termasuk kemenangan meyakinkan 3-1 atas Team Spirit di lower bracket. Kemenangan tersebut menegaskan ketangguhan mental Alter Ego saat berada di bawah tekanan.
Keberanian dalam menyusun draft hero menjadi salah satu senjata utama Alter Ego di M7. Strategi tidak konvensional yang mereka usung kerap membuat lawan kesulitan membaca pola permainan sejak early game.
Perjalanan Berat Team Liquid PH Menuju Semifinal
Berbeda dengan Alter Ego, Team Liquid PH harus menempuh jalur yang lebih panjang. Kekalahan tipis dari Selangor Red Giants di Swiss Stage membuat mereka harus berjuang sejak lower bracket.
Namun, tim asal Filipina ini menunjukkan mental juara. Mereka sukses menyingkirkan ONIC dan Aurora Turkiye dengan skor identik 3-1. Rentetan kemenangan tersebut membawa TLPH kembali ke jalur perebutan gelar, meski harus menghadapi jadwal padat dan tekanan fisik.
Pengalaman pemain-pemain senior seperti Karltzy menjadi nilai tambah bagi Team Liquid PH, terutama dalam laga krusial berformat panjang seperti best of five.
Rekor Pertemuan dan Aroma Final Asia Tenggara
Secara historis, Alter Ego pernah mengalahkan Team Liquid PH dengan skor 2-0 pada Snapdragon Pro Series Season 6 APAC Januari 2025. Namun, perubahan meta dan dinamika tim membuat hasil tersebut tak bisa dijadikan patokan mutlak.
Apa pun hasil pertandingan nanti, satu hal hampir pasti: grand final M7 kembali akan diwarnai dominasi Asia Tenggara. Indonesia, Filipina, dan Malaysia masih menjadi kandidat kuat pengisi partai puncak.
Jika Alter Ego mampu melangkah jauh, asa Indonesia untuk kembali meraih trofi M-Series tetap terjaga. Namun jika gagal, maka dominasi Filipina di panggung dunia MLBB kembali berlanjut.
Ikuti Ihram.co.id
