PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk bersama Life Cycle Indonesia menyelenggarakan The 10th International Conference on Social Life Cycle Assessment (S-LCA 2026) di JAPFA The Learning Centre, Megamendung, Bogor, pada 17–19 Juni 2026.
Konferensi ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya S-LCA digelar di kawasan Asia-Pasifik sejak awal perhelatan pada 2010. Forum bertujuan memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan metodologi dan standar pengukuran dampak sosial dalam agenda pembangunan berkelanjutan global.
Partisipasi Internasional dan Topik Bahasan
Penyelenggara mencatat lebih dari 160 abstrak masuk dari lebih dari 30 negara. Secara keseluruhan, lebih dari 400 peserta dari 25 negara hadir, terdiri dari akademisi, peneliti, pelaku industri, pemerintah, dan organisasi internasional.
S-LCA 2026 mengusung tema Unity in Diversity dan mengangkat isu strategis seperti sistem pertanian dan pangan, transisi energi dan mobilitas, pembangunan infrastruktur dan lingkungan, rantai pasok industri, hingga keuangan berkelanjutan dan tata kelola.
Tujuan dan Harapan Penyelenggara
Conference Chair S-LCA 2026, Jessica Hanafi, mengatakan konferensi ini ditujukan untuk memperkuat pengembangan standar sosial yang dapat diaplikasikan di berbagai sektor serta memperkecil kesenjangan antara konsep akademik dan implementasi di lapangan.
“Tujuan konferensi ini adalah mengembangkan standar sosial yang relevan bagi sektor-sektor industri sekaligus menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Kolaborasi menjadi kunci untuk mendorong perubahan sistemik dalam ekosistem keberlanjutan,”
Jessica menambahkan bahwa penyelenggaraan acara ini di Asia-Pasifik memberi peluang bagi negara-negara berkembang untuk berkontribusi lebih besar dalam pembentukan standar internasional, termasuk standar ISO 14075 yang berkaitan dengan Social Life Cycle Assessment.
Pelibatan Pemerintah
Acara dibuka oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy. Kehadiran pejabat pemerintahan menegaskan pentingnya sinergi antara data ilmiah, dunia usaha, dan kebijakan publik untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Ikuti Ihram.co.id
