Pemerintah berencana memperluas tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk menampung minat investor yang terus meningkat. Langkah ini menyasar KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyatakan potensi investasi asing pada ketiga KEK tersebut mencapai sekitar Rp 557 triliun, meski angka itu bersifat ultimate dan tidak diperkirakan terealisasi dalam waktu segera.
Rencana Perluasan Per Kawasan
Untuk KEK Gresik, pemerintah mengajukan perluasan lahan sekitar 1.200 hektar. Sebelumnya, kawasan ini memiliki luas 2.167 hektar dan terletak di Provinsi Jawa Timur.
Sejak penetapan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2021, KEK Gresik berkembang pesat. Hingga triwulan I-2026, kawasan itu mencatatkan investasi kumulatif Rp 113,4 triliun, dengan investasi pasca-penetapan mencapai Rp 108,2 triliun—naik lebih dari 1.900% dibandingkan kondisi sebelum penetapan.
Dari sisi ketenagakerjaan, KEK Gresik menyerap 45.860 tenaga kerja, di mana lebih dari 44 ribu pekerjaan tercipta setelah status KEK diberikan. “KEK Gresik mengajukan perluasan kira-kira 1.200 hektar karena sudah banyak investor yang mengantri,” ujar Susiwijono.
KEK Kendal diusulkan bertambah luas sekitar 1.000 hektar. Sebelumnya luas kawasan ini adalah 1.000 hektar. Kendal memiliki keunggulan geostrategis untuk sektor industri berorientasi ekspor, substitusi impor, produk berteknologi tinggi (high tech products/HTP), aplikasi pendukung Industri 4.0, serta logistik berbasis Industri 4.0.
Sementara itu, KEK Galang Batang di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, diajukan untuk diperluas hingga 2.600 hektar. Kawasan ini sebelumnya seluas 2.333,6 hektar dan memiliki akses langsung ke Selat Malaka serta Laut China Selatan.
Susiwijono menyebutkan perluasan di Galang Batang terkait permintaan untuk industri alumina serta antrian industri petrokimia dan sektor lain yang ingin masuk. “Untuk KEK Galang Batang yang untuk Alumina itu. Ada tambahan sekian banyak industri petrochemical dan yang lainnya mengantri sehingga minta tambahan 2.600-an hektar,” kata Susiwijono.
Imbas Terhadap Persepsi Investasi
Susiwijono menilai pengajuan perluasan ketiga KEK manufaktur tersebut menggambarkan minat investasi yang kuat, menepis anggapan tentang rendahnya ketertarikan investor di Indonesia. “Faktanya, tiga KEK terbesar manufaktur mengajukan perluasan lahan rata-rata dua kali lipatnya lagi. Karena sudah ngantri sekian banyak investor asing yang mau investasi,” ujarnya.
Ikuti Ihram.co.id
