Ihram.co.id — Legenda balap motor Jorge Lorenzo mengungkap perubahan besar dalam gaya balap rival lamanya, Marc Marquez, yang kini dinilai tampil lebih dewasa dan tidak lagi mengandalkan pendekatan agresif berisiko seperti di awal kariernya.
Menurut Lorenzo, pembalap asal Spanyol tersebut telah berevolusi menjadi sosok yang lebih presisi, taktis, dan komplet dalam menghadapi persaingan ketat di ajang MotoGP.
Penilaian itu disampaikan Lorenzo setelah mengamati performa Marquez dalam tes pramusim serta perkembangan performanya dalam beberapa musim terakhir.
Baca Juga: Jorge Lorenzo Nikmati Peran Baru sebagai Pelatih Maverick Vinales di MotoGP 2026
Lorenzo dan Marquez memiliki sejarah rivalitas panjang di MotoGP. Saat Marquez naik ke kelas utama pada musim 2013, Lorenzo berstatus juara dunia bertahan. Namun, Marquez langsung merebut gelar juara dunia pada musim debutnya setelah terlibat persaingan sengit dengan Lorenzo dan Dani Pedrosa.
Lorenzo sendiri menjadi salah satu dari sedikit pembalap yang mampu mengalahkan Marquez dalam kondisi fisik terbaiknya, yakni saat meraih gelar juara dunia MotoGP 2015. Selain Lorenzo, hanya Jorge Martín yang pernah menandingi dominasi Marquez dalam perebutan gelar, meski saat itu didukung paket motor yang kompetitif.
Keduanya juga sempat menjadi rekan setim di Honda pada 2019. Namun kolaborasi yang sempat disebut sebagai “dream team” tersebut tidak berjalan sesuai harapan setelah Lorenzo mengalami cedera serius dan kesulitan beradaptasi dengan karakter motor Honda.
Dari Gaya Agresif ke Pendekatan Presisi
Lorenzo menilai perubahan terbesar Marquez terlihat pada pendekatan balapnya. Jika sebelumnya dikenal dengan gaya eksplosif dan penuh risiko, kini Marquez tampil lebih terukur di lintasan.
Ia menilai Marquez tidak lagi memaksakan motor secara ekstrem dalam setiap situasi, melainkan mengutamakan konsistensi dan efisiensi dalam meraih poin. Pendekatan ini membuatnya lebih jarang melakukan kesalahan krusial.
Perubahan tersebut disebut sebagai hasil dari pengalaman panjang serta pembelajaran dari berbagai cedera dan tantangan yang dialami sepanjang kariernya.
Selain faktor pembalap, Lorenzo juga menilai performa motor Ducati saat ini memberikan paket kompetitif yang semakin memperkuat potensi Marquez dalam persaingan gelar.
Statistik Crash Tunjukkan Kedewasaan
Transformasi gaya balap Marquez juga tercermin dari data performanya dalam beberapa musim terakhir. Pada musim 2025, ia mengalami 14 kecelakaan dalam 18 seri balapan, jumlah yang menurun signifikan dibandingkan musim sebelumnya saat mencatat 24 crash.
Meski masih berada di posisi tengah dalam daftar pembalap dengan jumlah kecelakaan terbanyak, tingkat kegagalan finis Marquez tergolong rendah. Ia hanya mencatat tiga kali gagal finis sepanjang musim, jumlah yang termasuk minim di antara pembalap penuh waktu dan hanya kalah dari Álex Rins.
Sebagian besar kesalahannya juga tidak terjadi dalam momen penentuan gelar, menandakan pendekatan balap yang lebih matang dan terkontrol.
Lebih Taktis dalam Perebutan Poin
Menurut Lorenzo, salah satu tanda kedewasaan Marquez adalah kemampuannya bersikap realistis dalam balapan. Ketika peluang kemenangan menipis, Marquez kini lebih memilih mengamankan posisi dan poin daripada mengambil risiko besar.
Pendekatan taktis tersebut dinilai sebagai karakter pembalap berpengalaman yang memahami pentingnya konsistensi sepanjang musim.
Baca Juga: Jorge Lorenzo Yakin Francesco Bagnaia Bangkit di MotoGP 2026, Ini Syaratnya
Dengan pengalaman, kemampuan teknis, dan pendekatan balap yang semakin matang, Lorenzo menilai Marquez kini telah berkembang menjadi pembalap yang lebih komplet dibandingkan masa awal kariernya.
Transformasi ini sekaligus menegaskan bahwa Marquez tetap menjadi salah satu kekuatan utama dalam persaingan MotoGP dan kandidat serius dalam perebutan gelar di musim-musim mendatang.
Ikuti Ihram.co.id
