Ihram.co.id — Pelatih Benfica, Jose Mourinho, dilaporkan memilih untuk tidak menghadiri konferensi pers pra-pertandingan maupun pasca-pertandingan menjelang bentrokan krusial melawan Real Madrid di Santiago Bernabéu.
Keputusan ini diambil menyusul sanksi satu pertandingan yang dijatuhkan UEFA kepada pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni, terkait dugaan insiden pelecehan rasial pada leg pertama.
Gianluca Prestianni dijatuhi skorsing sementara satu pertandingan oleh UEFA pada Senin (23/02/2026). Sanksi ini memastikan pemain muda asal Argentina tersebut tidak dapat bermain dalam pertandingan leg kedua babak playoff Liga Champions yang akan digelar di Santiago Bernabéu.
Keputusan UEFA ini merupakan konsekuensi langsung dari investigasi yang sedang berlangsung atas dugaan pelecehan rasial yang dilontarkan terhadap bintang Real Madrid, Vinícius Júnior, saat leg pertama di Lisbon.
Sanksi UEFA dan Dampaknya
Insiden yang berujung pada sanksi ini terjadi di tengah panasnya suasana di Estádio da Luz pada Selasa malam (17/02/2026). Setelah Vinícius Júnior mencetak gol kemenangan di babak kedua, pertandingan sempat terhenti selama hampir sepuluh menit.
Laporan menyebutkan bahwa Vinícius melaporkan telah dipanggil dengan sebutan “monyet” oleh Prestianni. Meskipun Prestianni menutupi mulutnya saat berbicara, dugaan ini diperkuat oleh Kylian Mbappé yang dilaporkan mendengar ucapan tersebut diulang beberapa kali.
Badan Kontrol, Etika, dan Disiplin UEFA mengonfirmasi hukuman sementara tersebut, menyatakan bahwa ini dikeluarkan “tanpa mengurangi hak” atas keputusan akhir setelah investigasi selesai.
Jika terbukti bersalah, Prestianni berpotensi menghadapi skorsing minimal 10 pertandingan. Benfica sendiri telah mengumumkan akan mengajukan banding atas sanksi sementara ini, meskipun mereka mengakui kecil kemungkinan banding tersebut akan diproses sebelum pertandingan leg kedua.
Mourinho Menghindari Sorotan Media
Di tengah meningkatnya tensi dan kontroversi seputar insiden tersebut, Jose Mourinho dilaporkan memutuskan untuk menggunakan haknya untuk melewatkan semua tugas media terkait pertandingan tandang ke Madrid.
Mourinho sendiri saat ini tengah menjalani hukuman larangan mendampingi tim dari pinggir lapangan akibat kartu merah yang diterimanya pada leg pertama. Hal ini memungkinkannya untuk mendelegasikan tanggung jawab konferensi pers kepada asistennya, João Tralhão.
Keputusan Mourinho untuk menghindari media muncul setelah ia menerima kritik tajam atas komentar pasca-pertandingan sebelumnya, di mana ia terkesan menyalahkan Vinícius Júnior atas insiden tersebut.
Mourinho sempat menyatakan bahwa selebrasi gol Vinícius memicu reaksi dari penonton dan pemain lawan, sebuah pernyataan yang menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk kelompok anti-rasisme Kick It Out yang menuduhnya melakukan “gaslighting”. Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, bahkan menyebut komentar Mourinho sebagai “kesalahan besar”.
Dengan memilih untuk tidak tampil di depan kamera minggu ini, Mourinho tampaknya berupaya melindungi diri dari tekanan yang kian meningkat. Keputusan ini meninggalkan Benfica dalam kondisi yang mungkin tertekan dan terdistraksi jelang tugas berat membalikkan defisit 1-0 di kandang lawan.
Ikuti Ihram.co.id
