— Pertandingan Liga Champions antara Benfica melawan Real Madrid menjadi sorotan karena pertemuan taktik antara Jose Mourinho dan mantan anak asuhnya, Alvaro Arbeloa. Mourinho dilaporkan menyiapkan Rafa Silva sebagai senjata kejutan setelah pemain sayap berusia 32 tahun tersebut kembali bergabung dengan Benfica bulan lalu.

Persiapan Benfica dan Kembalinya Rafa Silva

Rafa Silva kini masuk dalam rencana utama Mourinho untuk mengisi posisi starter setelah absen pada putaran sebelumnya. Mengutip laporan Mundo Deportivo, kehadiran pemain sayap asal Portugal tersebut telah mengubah dinamika peran Georgiy Sudakov di dalam tim.

Sudakov sebelumnya beroperasi sebagai gelandang serang dan tampil mengesankan saat melawan Real Madrid pada laga terdahulu. Namun, ia tidak menjadi starter dalam dua pertandingan terakhir yang keduanya berakhir dengan kemenangan bagi Benfica.

Mourinho menjelaskan perbedaan karakteristik antara kedua pemain tersebut dalam menyusun strategi tim. Menurutnya, Rafa Silva memberikan dimensi serangan yang berbeda dibandingkan dengan Sudakov.

“Rafa membawa kedalaman lebih besar daripada Sudakov. Sudakov lebih sering turun ke belakang dan menerima bola di area tengah. Rafa membawa lebih banyak kedalaman dan lebih mendorong ke depan. Dalam situasi seperti itu, dia mampu mencapainya,” ujar Mourinho.

Meskipun terjadi persaingan posisi, Mourinho membuka peluang untuk menurunkan kedua pemain tersebut secara bersamaan di lapangan. Rafa Silva sendiri tercatat telah memainkan 48 pertandingan Liga Champions untuk Benfica dengan kontribusi 13 gol dan empat assist.