Ihram.co.id — Megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo dilaporkan melakukan aksi mogok bermain dan menolak tampil membela klubnya, Al-Nassr, dalam pertandingan lanjutan Liga Arab Saudi melawan Al Riyadh yang dijadwalkan pada Senin (2/2/2026). Keputusan mengejutkan ini disebut sebagai bentuk protes keras terhadap kebijakan transfer klub yang dianggap tidak adil dan pasif, terutama jika dibandingkan dengan rival-rivalnya yang berada di bawah payung Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi.
Ketidakhadiran Ronaldo dalam laga tersebut dipastikan bukan karena cedera atau masalah kebugaran. Pakar transfer Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa sang pemain dalam kondisi fit sepenuhnya dan absennya murni merupakan keputusan pribadi sebagai bentuk protes. Laporan dari media Portugal, A Bola, yang kemudian dilansir oleh berbagai media internasional seperti Goal dan La Gazzetta dello Sport, mengindikasikan bahwa Ronaldo merasa frustrasi dengan manajemen PIF yang dianggap lebih mengutamakan klub lain dalam hal alokasi dana transfer.
Ketidakpuasan Terhadap Kebijakan Transfer PIF
Cristiano Ronaldo, yang merupakan salah satu pesepakbola dengan bayaran tertinggi di dunia, dilaporkan merasa kecewa dengan kebijakan Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi. PIF sendiri merupakan entitas pengelola kekayaan negara Arab Saudi yang memiliki saham mayoritas di empat klub Liga Pro Saudi, termasuk Al-Nassr, Al Hilal, Al Ittihad, dan Al Ahli. Sejak kedatangan Ronaldo ke Al-Nassr pada tahun 2023, klub-klub yang berada di bawah naungan PIF memang gencar mendatangkan pemain bintang global, seperti Karim Benzema ke Al Ittihad, Kalidou Koulibaly ke Al Hilal, dan Riyad Mahrez ke Al Ahli.
Namun, Ronaldo menilai bahwa Al-Nassr tidak mendapatkan perlakuan yang setara dalam bursa transfer. Selama jendela transfer musim dingin, Al-Nassr dilaporkan hanya berhasil merekrut satu pemain, yaitu gelandang muda Irak berusia 21 tahun, Haydeer Abdulkareem. Situasi ini kontras dengan rival abadi mereka, Al Hilal, yang secara agresif memperkuat skuadnya dengan mendatangkan pemain seperti Pablo Mari dan Kader Meite, bahkan dikabarkan hampir berhasil merekrut Karim Benzema. Pelatih Al-Nassr, Jorge Jesus, juga dilaporkan belum menerima tambahan pemain sesuai permintaannya, sehingga membatasi ruang manuver tim dalam persaingan gelar liga.
Dampak Protes Ronaldo
Protes Cristiano Ronaldo tidak hanya berdampak pada absennya ia dari pertandingan, tetapi juga berpotensi menunda atau memengaruhi transfer pemain lain. Laporan menyebutkan bahwa intervensi Ronaldo dalam kebijakan transfer ini turut menghambat kepindahan Karim Benzema ke Al Hilal, serta berdampak pada transfer N’Golo Kante ke Fenerbahce dan Youssef En-Nesyri ke Al-Ittihad. Meskipun kesepakatan antar klub telah tercapai dan diajukan ke Liga Arab Saudi, proses registrasi resmi dilaporkan tertunda.
Absennya Ronaldo dari Al-Nassr menjadi pukulan telak, tidak hanya dari segi moral tetapi juga statistik. Pemain berusia 40 tahun itu tetap menjadi motor serangan utama tim, dengan rata-rata *Impact Rating* yang tinggi di liga. Kehilangan pemain sekaliber Ronaldo tentu akan sangat memengaruhi performa Al-Nassr, yang saat ini tengah bersaing ketat memperebutkan gelar juara Liga Arab Saudi dengan Al Hilal.
Konteks Internal Klub
Situasi semakin memanas dengan adanya pembekuan kekuasaan terhadap CEO José Semedo dan Direktur Olahraga Simão Coutinho, yang merupakan sekutu dekat Ronaldo. Hal ini membuat sang kapten merasa semakin terisolasi di dalam klub. Laporan dari media Italia, Italpress, mengutip A Bola, juga menyebutkan bahwa Ronaldo merasa tidak senang dengan keputusan dewan direksi yang membekukan kekuasaan kedua petinggi tersebut di awal bulan.
Meskipun Al-Nassr memiliki kekuatan finansial yang besar berkat kepemilikan PIF, Ronaldo mengeluhkan minimnya investasi klub untuk memperkuat tim demi meraih gelar domestik dan kontinental. Ia dikabarkan ingin klubnya lebih agresif dalam mendatangkan pemain bintang untuk bersaing di level tertinggi, terutama menghadapi dominasi Al Hilal yang semakin kuat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Al-Nassr atau PIF mengenai aksi mogok Cristiano Ronaldo. Namun, situasi ini jelas menimbulkan pertanyaan besar mengenai arah kebijakan transfer klub dan potensi keretakan hubungan antara pemain bintangnya dengan manajemen.
Ikuti Ihram.co.id
