Ihram.co.id — Kabar mengejutkan datang dari raksasa Spanyol, Real Madrid, yang resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Xabi Alonso. Meski sedianya terikat kontrak hingga musim panas 2027, Alonso harus angkat kaki lebih awal setelah kekalahan menyakitkan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol pada Senin (12/1/2026) dini hari WIB.
Drama di Balik Pemecatan Xabi Alonso
Laporan dari The Athletic mengungkapkan bahwa masa kepemimpinan Alonso sejak Juni 2025 diwarnai berbagai gejolak internal. Beberapa metode latihan yang diterapkan mantan gelandang legendaris itu kabarnya tidak mendapat sambutan positif dari skuad Los Blancos.

Selain masalah teknis, Alonso dikenal menerapkan disiplin yang sangat ketat di Valdebebas. Salah satu kebijakan yang memicu resistensi adalah larangan bagi keluarga maupun kekasih pemain untuk memasuki area pusat latihan klub. Hal ini disinyalir menciptakan jarak antara pelatih dan para pemainnya.
Hanya Tiga Pemain yang Bertahan di Sisi Alonso
Konflik di ruang ganti semakin meruncing ketika strategi Alonso dianggap tidak berjalan mulus di lapangan. Bintang Brasil, Vinicius Jr, dilaporkan beberapa kali menunjukkan gestur kemarahan saat ditarik keluar dalam pertandingan, sebuah pemandangan yang kerap berulang selama era Alonso.
Di tengah mosi tidak percaya mayoritas skuad, terungkap bahwa hanya ada tiga pemain senior yang tetap memberikan dukungan penuh kepada sang pelatih. Ketiganya adalah:
Dukungan ini terkonfirmasi saat petinggi Real Madrid mengadakan pertemuan tertutup dengan para pemain senior pasca kekalahan 1-2 dari Manchester City di Liga Champions, 11 Desember lalu. Dalam pertemuan tersebut, Courtois, Rodrygo, dan Bellingham secara kompak menyatakan masih percaya pada visi Alonso.
Nasib Rodrygo dan Keputusan Akhir Klub
Menariknya, Rodrygo sempat kehilangan tempat di tim utama pada awal kedatangan Alonso. Namun, pemain asal Brasil tersebut berhasil membuktikan profesionalismenya dengan tampil impresif sebagai starter tanpa memicu drama internal, yang akhirnya membuat Alonso sangat mengandalkannya.
Kendati mendapatkan pembelaan dari tiga pilar penting tersebut, manajemen Real Madrid tetap pada keputusan bulat untuk berpisah. Performa tim yang tidak stabil dan hilangnya kendali di ruang ganti menjadi alasan utama di balik berakhirnya era singkat Xabi Alonso di Santiago Bernabeu.
Ikuti Ihram.co.id
