— MotoGP memberi sinyal kuat bahwa Grand Prix Qatar 2026 berpotensi dicoret dari kalender sementara menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, mengakui situasi keamanan dan gangguan perjalanan udara membuat seri di Sirkuit Lusail berada dalam status tidak pasti.

GP Qatar sejatinya dijadwalkan berlangsung pada 12 April sebagai seri keempat musim 2026. Namun, ketegangan geopolitik yang memicu penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah berdampak pada mobilitas tim, kru, serta logistik balap.

“Kami selalu memiliki rencana B,” ujar Ezpeleta dalam sebuah acara di Madrid.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak Qatar sejak beberapa hari terakhir. Sangat kecil kemungkinan kami pergi ke Qatar pada 12 April, tetapi kami masih menunggu perkembangan situasi.” lanjutnya.

Baca Juga: Krisis Timur Tengah, Argentina Dipertimbangkan Jadi Pengganti Jika MotoGP Batal Gelar GP Qatar

Dampak Langsung pada Kalender Balap

Ketidakpastian ini muncul setelah Kejuaraan Dunia Ketahanan (WEC) lebih dulu menunda seri pembuka musim 2026 di Lusail yang semula digelar 28 Maret. Keputusan tersebut menjadi indikator bahwa risiko keamanan dinilai cukup serius.

Bagi MotoGP, pembatalan GP Qatar akan menjadi perubahan signifikan. Lusail merupakan salah satu seri malam paling ikonik sejak pertama kali masuk kalender pada 2004, dan kerap menjadi pembuka musim dalam beberapa tahun terakhir.

Ezpeleta menegaskan bahwa jika balapan di Qatar batal, MotoGP tidak akan mencari sirkuit pengganti.

“Pergi ke tempat lain? Pasti tidak. Jika perlu perubahan, kami akan menyesuaikan jadwal. Kami sudah berpengalaman mengatur ulang kalender,” tegasnya.

Artinya, seri tersebut kemungkinan akan ditunda ke slot lain dalam musim atau bahkan dihapus jika kondisi tak memungkinkan.

Efek Domino ke Ajang Lain

Situasi di Timur Tengah juga memunculkan tanda tanya terhadap ajang lain, termasuk Formula One yang dijadwalkan menggelar GP Bahrain dan GP Arab Saudi pada pertengahan April.

Pihak F1 menyatakan sedang memantau perkembangan secara ketat, meski untuk saat ini belum ada pengumuman resmi terkait perubahan jadwal.

Bagi MotoGP, faktor keselamatan menjadi prioritas utama. Selain keamanan tim dan pembalap, distribusi logistik seperti pengiriman motor dan peralatan juga terdampak oleh pembatasan penerbangan internasional.

Awal Musim 2026 yang Dinamis

MotoGP 2026 baru saja memulai musim di Thailand dengan kemenangan diraih Marco Bezzecchi, sementara juara bertahan Marc Marquez gagal finis.

Jika GP Qatar benar-benar dicoret atau ditunda, dinamika awal musim bisa berubah drastis. Jeda antarbalapan, strategi pengembangan motor, serta perolehan poin akan terdampak.

MotoGP diperkirakan akan mengumumkan keputusan final dalam waktu dekat setelah menerima kepastian dari otoritas setempat. Untuk saat ini, status GP Qatar masih menggantung—dan kalender 2026 bisa saja mengalami revisi besar.