Ihram.co.id — MotoGP menghadapi ketidakpastian jelang seri Qatar 2026 menyusul memanasnya situasi keamanan di Timur Tengah. Dalam skenario terburuk jika GP Qatar dibatalkan, Argentina kini dipertimbangkan sebagai opsi pengganti untuk menjaga kalender tetap berjalan sesuai rencana.
Ketegangan meningkat setelah FIA mengonfirmasi penundaan seri pembuka World Endurance Championship (WEC) di Qatar akibat serangan militer Iran ke wilayah tersebut. Dengan jadwal MotoGP ke Sirkuit Lusail tinggal sekitar lima pekan lagi, promotor dan tim kini menunggu kepastian apakah balapan malam hari itu dapat digelar dengan aman.
Sejumlah tim bahkan dilaporkan mengalami gangguan perjalanan saat kembali dari GP Thailand, memperlihatkan dampak langsung situasi geopolitik terhadap logistik kejuaraan dunia.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, F1 Batalkan Tes Ban di Bahrain
Termas de Rio Hondo Masuk Radar
Menurut sejumlah laporan paddock, salah satu opsi yang dibahas adalah mengembalikan MotoGP ke Termas de Rio Hondo. Sirkuit di Argentina itu sebelumnya rutin menjadi tuan rumah MotoGP sebelum dicoret dari kalender MotoGP 2026.
Slot putaran Amerika Selatan musim ini sejatinya telah diambil Brasil. Namun jika Qatar batal, Argentina dinilai sebagai alternatif realistis karena memiliki pengalaman infrastruktur dan rekam jejak penyelenggaraan ajang MotoGP.
Meski begitu, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Dorna Sports selaku promotor MotoGP.
Tantangan Logistik dan Anggaran
Meski terdengar ideal di atas kertas, opsi Argentina menghadapi tantangan besar. Perubahan lokasi balapan dalam waktu singkat akan berdampak pada pengiriman logistik, peralatan, dan motor lintas benua.
GP Qatar awalnya dijadwalkan dua pekan setelah rangkaian balapan Amerika-Brasil yang berlangsung beruntun. Memindahkan seri secara mendadak berpotensi meningkatkan biaya operasional secara signifikan. Sejumlah pengamat menyebut banyak tim MotoGP tidak memiliki fleksibilitas anggaran sebesar Formula 1 untuk melakukan relokasi darurat.
Opsi Tunda ke Akhir Musim
Selain memindahkan lokasi, skenario lain adalah menunda GP Qatar ke akhir musim, kemungkinan pada November. Langkah ini akan menjaga jumlah total 22 balapan dalam kalender 2026.
Namun jadwal akhir musim sudah sangat padat, dengan delapan seri terakhir dibagi dalam empat back-to-back dan hanya satu akhir pekan jeda. Menyisipkan satu balapan tambahan berisiko membebani pebalap dan kru secara fisik
Ikuti Ihram.co.id
