Ihram.co.id — Kylian Mbappe tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya pasca-kekalahan mengejutkan Real Madrid dari Benfica dalam lanjutan fase grup Liga Champions, Kamis (29/01/2026). Bintang asal Prancis itu secara terbuka mengkritik mentalitas dan kurangnya semangat juang timnya dalam pertandingan krusial tersebut, bahkan menyebut Los Blancos saat ini bukanlah tim juara.
Kekalahan 2-4 dari Benfica di kandang lawan membuat Real Madrid harus berjuang lebih keras untuk lolos ke babak gugur Liga Champions, dan terpaksa menghadapi babak playoff. Hasil ini kontras dengan performa yang ditunjukkan tim dalam beberapa pertandingan sebelumnya, yang sempat menuai pujian.
Inkonsistensi Jadi Masalah Utama
Usai pertandingan, Mbappe menyatakan bahwa masalah utama Real Madrid bukanlah taktik atau kualitas individu, melainkan sikap dan semangat juang yang dinilai kurang. Ia menekankan bahwa Benfica bermain seolah “bermain untuk hidup mereka”, sementara Real Madrid tidak menunjukkan hal yang sama. “Pertandingan hari ini bukan tentang taktik atau keterampilan, tetapi tentang semangat juang. Lawan menunjukkan hal itu lebih dari kami,” ujar Mbappe, dilansir dari Vietnam.vn.
Mbappe mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap inkonsistensi tim yang terus-menerus. “Kita tidak bisa terus bermain seperti ini, kadang bagus, kadang buruk. Itu bukan cara tim juara bermain,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa setiap detail dalam Liga Champions sangat penting, dan kegagalan untuk memberikan yang terbaik akan berakibat fatal.
Gol Penalti dan Gol Kiper Jadi Sorotan
Meskipun berhasil mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut, performa tim secara keseluruhan tidak memuaskan bagi Mbappe. Ia secara khusus menyoroti gol terakhir yang kebobolan dari kiper Benfica, Anatoliy Trubin, sebagai sesuatu yang “memalukan” dan “tidak normal”. Menurutnya, hal itu merupakan konsekuensi dari kurangnya konsentrasi dan ketegasan di momen-momen krusial.
“Gol yang kebobolan itu memalukan,” kata Mbappe. “Kami bermain buruk. Setelah skor 3-2, gol keempat tidak mengubah apa pun, tetapi kiper mencetak gol itu memalukan. Itu tidak normal,” tambahnya. Ia menyadari bahwa hasil ini adalah cerminan dari performa tim yang tidak maksimal.
Pesan untuk Suporter dan Introspeksi Tim
Menanggapi kekalahan ini, Mbappe juga menyampaikan pesan kepada para pendukung Real Madrid. Ia meminta Santiago Bernabeu untuk terus memberikan dukungan kepada tim dalam pertandingan La Liga mendatang. “Saya meminta Bernabeu untuk datang dengan keinginan mendukung tim. Kami belum tersingkir dan di La Liga kami dalam dinamika yang baik. Jika Bernabeu bersama kami, kami akan memainkan pertandingan yang bagus pada hari Minggu,” katanya.
Kritik keras dari Mbappe ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi Real Madrid untuk melakukan introspeksi diri. Pernyataan tersebut bukan serangan pribadi, melainkan seruan untuk meningkatkan karakter dan tanggung jawab kolektif demi meraih ambisi klub di berbagai kompetisi. Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, juga mengakui kekalahan tersebut dan menyatakan bahwa tim harus meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya untuk memastikan langkah otomatis ke babak 16 besar.
Kekalahan dari Benfica ini memang menjadi pukulan telak bagi Real Madrid. Dengan hasil ini, mereka harus berjuang melalui babak playoff Liga Champions untuk dapat melaju lebih jauh di kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut..
Ikuti Ihram.co.id
