— Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap performa timnya menjelang balapan pembuka Formula 1 2026 di Grand Prix Australia. Ia menilai Ferrari masih tertinggal dari Mercedes, terutama dalam hal race pace atau kecepatan mobil saat menjalani simulasi balapan.

Komentar tersebut disampaikan Leclerc setelah menjalani dua sesi latihan bebas (Free Practice/FP) pada Jumat di Sirkuit Albert Park, Melbourne.

Baca Juga: Hasil Latihan F1 GP Australia 2026 Hari Pertama: Oscar Piastri Tercepat, Mercedes Tempel Ketat

Mercedes Tampil Mengesankan di Latihan

Hari pertama rangkaian GP Australia diwarnai persaingan ketat di papan waktu. Pembalap McLaren asal Australia, Oscar Piastri, menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas kedua (FP2).

Piastri mencatat waktu terbaik yang membuatnya unggul sekitar 0,214 detik dari duo Mercedes yang dipimpin oleh rookie muda Andrea Kimi Antonelli.

Meski McLaren mencatat waktu lap tercepat, Leclerc justru menilai Mercedes sebagai tim yang terlihat paling solid sejauh ini, terutama dalam simulasi jarak panjang yang biasanya menjadi indikator kekuatan saat balapan.

“FP1 berjalan cukup baik bagi kami. Namun di FP2, Mercedes mulai menunjukkan lebih banyak potensi mereka dan kami mulai melihat di mana kami tertinggal dari mereka,” ujar Leclerc.

Menurut pembalap asal Monako tersebut, performa Mercedes terlihat sangat konsisten ketika menjalani simulasi balapan.

“Saya pikir mereka jelas sangat kuat, terutama dalam hal race pace. Untuk kecepatan kualifikasi saya belum tahu seberapa besar margin yang mereka miliki, tetapi dalam simulasi balapan mereka terlihat sangat kuat dibandingkan kami,” lanjutnya.

Ferrari Masih Mencari Setelan Terbaik

Leclerc juga mengungkapkan bahwa Ferrari masih mencoba berbagai konfigurasi pada mobil barunya selama sesi latihan di Melbourne.

Pada FP2, ia sempat mencoba pengaturan mobil yang cukup agresif, tetapi eksperimen tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Karena itu, ia berencana kembali menggunakan setelan yang lebih stabil pada sesi berikutnya.

“Masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan. Di FP2 saya mencoba sesuatu yang cukup agresif dan itu tidak berhasil,” kata Leclerc.

“Besok saya akan kembali menggunakan setelan yang lebih masuk akal dan kita lihat bagaimana performanya.”

Mercedes Difavoritkan Sejak Pra-Musim

Sepanjang jeda musim dingin, Mercedes memang sering disebut sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia musim 2026 oleh banyak pengamat Formula 1.

Tim asal Jerman tersebut sempat meredam ekspektasi tersebut dengan menyatakan bahwa mereka masih harus memahami mobil baru mereka. Namun, data awal dari latihan bebas di Melbourne dinilai mulai menunjukkan potensi besar yang mereka miliki.

Leclerc mengaku terkesan dengan kecepatan Mercedes saat menjalani simulasi balapan pada FP2.

“Dalam simulasi balapan mereka sangat mengesankan. Untuk kecepatan kualifikasi masih sulit mengetahui seberapa banyak yang masih mereka simpan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti performa McLaren yang sempat mencuri perhatian lewat catatan waktu cepat Piastri, meskipun rekan setimnya Lando Norris tidak berada di posisi terdepan.

“Lap Oscar sangat impresif, tapi kita juga tidak tahu apa yang sedang diuji oleh masing-masing mobil di tim mereka,” jelas Leclerc.

Persaingan Musim Baru Masih Penuh Tanda Tanya

Musim 2026 menjadi periode penting bagi Formula 1 karena menghadirkan generasi mobil baru dengan regulasi teknis yang berbeda dari musim sebelumnya. Kondisi ini membuat banyak tim masih mencari konfigurasi optimal untuk mobil mereka.

Leclerc mengakui bahwa gambaran kekuatan tim-tim belum sepenuhnya jelas. Namun berdasarkan data awal dari sesi latihan, ia melihat Mercedes berada sedikit di depan para rivalnya.

“Saya berharap saya salah dan kami bisa jauh lebih cepat besok. Tapi untuk saat ini sepertinya Mercedes selangkah di depan, kemudian Red Bull, McLaren, dan kami,” kata Leclerc.

Baca Juga: Lewis Hamilton Lebih Percaya Diri di Ferrari, Targetkan Gelar Dunia F1 ke-8 pada Musim 2026

Leclerc Hadapi Tantangan di Melbourne

Selain soal performa mobil, Leclerc juga mengakui bahwa Sirkuit Albert Park termasuk salah satu trek yang cukup menantang baginya sepanjang musim.

Ia bahkan menyebut Melbourne dan Shanghai sebagai dua lintasan yang biasanya paling sulit ia kuasai.

“Melbourne dan Shanghai mungkin dua trek tersulit bagi saya sepanjang musim karena saya sering kesulitan di sana,” kata Leclerc.

Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin menjadikannya sebagai alasan.

“Tapi itu bukan alasan. Saya menikmati tantangan itu dan akan bekerja keras untuk memperbaiki situasi besok,” pungkasnya.