— Liverpool akan menghadapi ujian berat saat menjamu Galatasaray dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Anfield, Kamis (19/3) dini hari WIB. The Reds dituntut untuk membalikkan ketertinggalan agregat 0-1 yang mereka derita pada pertemuan pertama di Istanbul.

Situasi tertinggal di leg pertama bukanlah hal baru bagi Liverpool. Klub asal Inggris itu tercatat pernah berhasil membalikkan kekalahan di fase gugur Liga Champions sebanyak dua kali. Keduanya terjadi dalam comeback dramatis di babak semifinal, yaitu melawan Chelsea pada tahun 2007 dan Barcelona pada tahun 2019. Namun, performa Liverpool belakangan ini belum sepenuhnya meyakinkan.

Setelah kekalahan di Istanbul, mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Tottenham Hotspur di Liga Inggris. Dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi, Liverpool mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.

Anfield, Benteng Pertahanan The Reds

Meskipun demikian, Stadion Anfield tetap menjadi kekuatan utama Liverpool di kompetisi Eropa. Mereka telah memenangi 15 dari 19 pertandingan kandang terakhir di Eropa dan memiliki rekor positif saat menghadapi klub-klub asal Turki. Pelatih Arne Slot menegaskan keyakinannya terhadap dukungan penuh dari publik Anfield.

“Sekarang kami akan bermain di kandang sendiri. Kami punya suporter luar biasa yang selalu memberi energi tambahan. Mereka akan menjadi kekuatan besar bagi kami,” ujar Slot, dilansir dari laman UEFA pada Selasa (17/3).

Amunisi Serangan Liverpool

Arne Slot diperkirakan akan kembali mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan trio Mohamed Salah, Dominik Szoboszlai, dan Florian Wirtz sebagai penopang striker Hugo Ekitike. Szoboszlai tampil sebagai pemain paling produktif Liverpool di Liga Champions musim ini dengan empat gol, sekaligus menjadi motor serangan tim. Wirtz juga menjadi sosok penting, terutama saat bermain di kandang.

Lima dari enam golnya bersama Liverpool tercipta di Anfield. Sementara itu, Mohamed Salah berada di ambang catatan bersejarah dengan koleksi 49 gol di Liga Champions, hanya berjarak satu gol untuk menjadi pemain Afrika pertama yang mencapai 50 gol di kompetisi tersebut.

Di lini belakang, kapten Virgil van Dijk juga menunjukkan kontribusi signifikan. Bek asal Belanda itu terlibat dalam lima gol di Liga Champions musim ini, terdiri dari dua gol dan tiga assist, yang merupakan catatan tertinggi untuk bek tengah Liverpool dalam satu musim di kompetisi ini.

Galatasaray Pede Tinggi dengan Rekor Osimhen

Di sisi lain, Galatasaray datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Okan Buruk ini memenangi lima dari enam pertandingan terakhir di semua kompetisi dan berambisi mencapai perempat final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2012/2013. Pelatih Okan Buruk menyatakan keyakinannya pada para pemainnya dan berharap bisa melanjutkan tren positif tersebut di Anfield.

“Saya percaya kepada para pemain. Saya bermimpi bahwa mereka akan memberikan yang terbaik dan kenapa tidak kita lolos dari sini. Ini bukan hanya malam yang penting bagi Galatasaray, tetapi juga bagi sepak bola Turki,” ujar Buruk dalam konferensi persnya.

Okan Buruk kemungkinan tetap mengandalkan skema 4-2-3-1 dengan kekuatan utama pada soliditas lini belakang dan ketajaman Victor Osimhen di lini depan. Osimhen menjadi andalan dengan koleksi tujuh gol di Liga Champions musim ini. Ia juga mencatatkan assist pada leg pertama, sekaligus menyamai rekor kontribusi gol terbanyak pemain Nigeria di kompetisi tersebut dengan delapan gol (tujuh gol dan satu assist).

Tantangan Tandang Galatasaray

Meski tengah berada dalam tren positif, catatan tandang Galatasaray di Liga Champions menjadi tantangan tersendiri. Mereka telah menelan 20 kekalahan dalam 25 laga tandang terakhir di kompetisi ini. Okan Buruk mengingatkan bahwa duel belum berakhir dan timnya harus tetap waspada meskipun unggul satu gol.

“Ini belum selesai. Kami akan memainkan laga kedua di kandang mereka dan itu akan sangat sulit. Menghadapi tim seperti Liverpool selalu berat karena mereka bisa menghukum setiap kesalahan. Kami akan fokus menghadapi ujian besar ini,” tegas Buruk.

Head-to-head kedua tim di Liga Champions menunjukkan Galatasaray memiliki catatan yang lebih baik dalam beberapa pertemuan terakhir. Dari enam pertemuan, Galatasaray meraih tiga kemenangan, sementara Liverpool hanya satu, dengan dua pertandingan berakhir imbang. Namun, faktor Anfield dan sejarah comeback Liverpool bisa menjadi penentu dalam pertandingan krusial ini.