— Juara dunia bertahan Marc Marquez mengungkap penyebab tiga kecelakaan yang dialaminya selama tes pramusim MotoGP 2026 di Thailand. Rider tim Ducati Lenovo Team itu menyebut kehilangan konsentrasi dan insting untuk melaju terlalu cepat sebagai faktor utama insiden tersebut.

Musim MotoGP 2026 akan dimulai dalam hitungan hari, namun persiapan Marquez terganggu setelah ia tiga kali terjatuh dan sempat menjalani pemeriksaan medis berulang di Buriram.

Baca Juga: Marc Marquez Akhiri Tes Buriram Lebih Awal Usai Crash Ketiga, Tapi Optimis Hadapi Musim Baru

Crash Beruntun di Buriram

Tes pramusim MotoGP di Chang International Circuit menjadi bagian penting persiapan Marquez setelah jeda musim dingin yang difokuskan pada pemulihan cedera tulang selangka yang dialaminya pada akhir musim lalu.

Namun, proses persiapannya tidak berjalan mulus. Pembalap Spanyol tersebut mengalami tiga kecelakaan sepanjang dua hari pengujian dan harus menjalani pemeriksaan di pusat medis sirkuit.

Mantan pembalap MotoGP, Nobuatsu Aoki, sebelumnya memuji sikap agresif dan determinasi Marquez saat tes pramusim di Sepang. Namun pendekatan yang terlalu mendorong batas performa itu diduga menjadi salah satu penyebab insiden di Buriram.

Marquez juga mengakui pemulihan cederanya belum sepenuhnya sesuai harapan, yang turut memengaruhi kondisi fisiknya selama pengujian.

Insting Melaju Terlalu Cepat Jadi Penyebab

Menjelaskan penyebab kecelakaan, Marquez menegaskan bahwa masalah utamanya bukan pada pencarian batas performa motor, melainkan kesalahan sendiri akibat kurang fokus.

Ia mengatakan bahwa kecelakaan terjadi karena kesalahan dan hilangnya konsentrasi saat berada di lintasan.

Menurutnya, insting alami untuk selalu melaju cepat menjadi tantangan tersendiri. Saat fokus penuh, ia mampu mengendalikan motor dengan baik, namun ketika konsentrasi menurun, kecepatan justru menjadi faktor yang sulit dikontrol.

Bos Gresini Racing MotoGP, Nadia Padovani, bahkan menilai kelemahan terbesar Marquez adalah dirinya sendiri. Ia menyebut gaya balap Marquez yang selalu berada di atas limit sering berujung pada kecelakaan maupun cedera, meski di sisi lain membuatnya unggul secara performa.

Kondisi Fisik Belum Optimal Jelang Seri Pembuka

Meski mengalami beberapa insiden, Marquez tetap optimistis menghadapi seri pembuka musim. Ia menilai akhir pekan balapan tidak seberat program tes pramusim dari sisi fisik.

Pembalap berusia 33 tahun itu menekankan bahwa pemulihan energi menjadi prioritas utama menjelang balapan pertama, bahkan lebih penting dibandingkan kondisi bahunya.

Ia mengaku memulai tes dalam kondisi cukup lelah dan berharap waktu beberapa hari sebelum seri pembuka cukup untuk memulihkan kebugaran.

Tetap Kompetitif, Catat Waktu Tercepat Ketiga

Terlepas dari rangkaian kecelakaan, Marquez tetap menunjukkan performa kompetitif dengan mencatat waktu tercepat ketiga pada akhir tes Buriram.

Ia sempat berpeluang menjadi yang tercepat sebelum catatan waktunya dikalahkan oleh Marco Bezzecchi yang memecahkan rekor lap sirkuit.

Pada sesi pagi hari kedua, Marquez menyelesaikan 45 lap, memberi data penting bagi Ducati untuk simulasi balapan dan kualifikasi.

Performa tersebut menunjukkan bahwa meski menghadapi kendala fisik dan insiden di lintasan, Marquez tetap menjadi kandidat kuat dalam perebutan kemenangan musim ini.

Baca Juga: Hasil Tes MotoGP Buriram 2026 Hari Kedua: Aprilia Dominan, Ducati Mulai Tertekan

Marquez juga dapat mengambil kepercayaan diri dari performanya pada balapan sebelumnya di Buriram, ketika ia tampil dominan dengan meraih pole position, kemenangan Sprint, dan kemenangan Grand Prix dalam satu akhir pekan.

Dominasi tersebut menjadi modal penting bagi juara dunia tujuh kali itu untuk menghadapi musim 2026, sekaligus memberi sinyal bahwa ia tetap menjadi ancaman utama bagi para rival dalam perebutan gelar.