— Pembalap Spanyol, Marc Marquez, mengungkapkan bahwa hal yang paling ia inginkan sebelum mengakhiri kariernya di MotoGP bukanlah tambahan gelar juara dunia, melainkan bisa pensiun tanpa mengalami cedera serius lagi.

Juara dunia sembilan kali itu mengatakan dirinya bahkan siap “menandatangani sekarang juga” jika bisa memastikan kariernya berakhir tanpa kembali mengalami cedera yang sempat mengancam masa depannya di lintasan.

“Kalau saya bisa pensiun tanpa cedera lagi, saya akan menandatanganinya sekarang juga,” kata Marquez dalam wawancara dengan stasiun radio Spanyol Onda Cero.

Meski demikian, pembalap berusia 33 tahun tersebut menegaskan bahwa dirinya tetap akan berusaha meraih gelar juara dunia lagi selama masih aktif membalap.

“Lalu soal memenangkan gelar dunia lagi? Tentu saja saya akan mencoba,” ujarnya.

Baca Juga: Marc Marquez Dukung Regulasi Baru MotoGP 2027, Kecepatan 360 Km/Jam Dinilai Terlalu Berbahaya

Cedera Berat Mengubah Perspektif Karier

Karier Marquez sempat berada di titik terendah setelah serangkaian cedera serius pada lengan dan gangguan penglihatan yang ia alami ketika masih memperkuat Honda.

Cedera tersebut memaksanya menjalani beberapa operasi dan absen panjang dari kompetisi. Masa sulit itu akhirnya mendorong Marquez mengambil keputusan besar dengan meninggalkan Honda dan bergabung dengan tim satelit Ducati, Gresini Racing, pada musim 2024.

Keputusan tersebut sempat dianggap sebagai langkah berisiko. Namun, Marquez mampu kembali tampil kompetitif meski hanya menggunakan motor Ducati spesifikasi tahun sebelumnya.

Performa tersebut membuatnya dipilih oleh Ducati untuk bergabung dengan tim pabrikan mulai musim 2025, mengalahkan kandidat lain termasuk Jorge Martin.

Pada musim berikutnya, Marquez berhasil mengakhiri penantian gelar selama lima tahun dengan menjuarai MotoGP secara dominan.

Rekan setimnya di Ducati, Francesco Bagnaia, bahkan menyebut musim tersebut sebagai kampanye yang berlangsung “tanpa rival”.

Masa Cedera Membuatnya Lebih Dewasa

Marquez mengakui masa-masa penuh cedera menjadi pengalaman yang sangat mengubah cara pandangnya terhadap balapan dan karier profesionalnya.

Ia merasa berkembang secara mental jauh lebih cepat dibandingkan ketika terus meraih kemenangan di masa lalu.

“Ketika Anda cedera, rasanya seperti berada di dalam sangkar. Begitu dokter sedikit membuka pintunya, Anda langsung ingin keluar,” kata Marquez.

“Dalam tiga tahun penuh cedera itu, saya merasa berkembang dua kali lebih banyak dibandingkan sepuluh tahun saat terus menang.”

Baca Juga: Marc Marquez Blak-blakan: Jorge Lorenzo Rival Paling Sulit Sepanjang Karier MotoGP

Belum Sepenuhnya Pulih dari Cedera Bahu

Meski telah kembali bersaing di papan atas, kondisi fisik Marquez belum sepenuhnya pulih.

Ia masih menjalani proses pemulihan dari cedera bahu yang dialaminya pada balapan di Pertamina Mandalika International Street Circuit pada Oktober tahun lalu.

Insiden tersebut terjadi setelah motornya tersenggol dari belakang oleh Marco Bezzecchi, yang membuat Marquez mengalami cedera dan harus mengakhiri musim lebih awal.

Cedera tersebut masih memengaruhi performanya di lintasan, terutama saat melakukan pengereman keras dan memasuki tikungan.

“Saya masih belum mengendarai motor seperti yang saya inginkan,” kata Marquez saat pembukaan musim di Buriram.

“Saya perlu terus meningkatkan kondisi fisik sekaligus menyesuaikan gaya berkendara.”

Awal Musim yang Tidak Mudah

Dampak cedera juga membuat Marquez memulai musim dengan menggunakan paket aerodinamika Ducati versi 2024 yang dianggap lebih ringan secara fisik dibandingkan versi terbaru.

Namun ia mengakui masih mengalami kesulitan pada fase pengereman dan saat memasuki tikungan, karena otot dada dan bahu yang terdampak operasi belum sepenuhnya pulih.

Pada seri pembuka musim di Buriram, Marquez finis kedua dalam sprint race setelah menerima penalti akibat kontak dengan pembalap KTM, Pedro Acosta.

Sementara dalam balapan utama, ia sempat berada di posisi keempat sebelum akhirnya gagal finis akibat kerusakan pada pelek roda.

Baca Juga: Kontrak Baru Marc Marquez dengan Ducati Hampir Rampung, Tinggal Tunggu Waktu

Hasil tersebut membuat Marquez kini tertinggal 23 poin dari pemimpin klasemen sementara, Pedro Acosta.

Seri kedua musim ini akan digelar di Goiania, yang sekaligus menjadi debut MotoGP di sirkuit tersebut.