Ihram.co.id — Performa impresif Aprilia pada seri pembuka MotoGP 2026 memicu perdebatan mengenai hierarki pembalap di dalam tim. Mantan pembalap MotoGP, Marco Melandri, menilai Aprilia harus segera menetapkan Marco Bezzecchi sebagai pembalap utama tim jika ingin memaksimalkan peluang merebut gelar juara dunia musim ini.
Pernyataan tersebut muncul setelah Aprilia tampil dominan pada Grand Prix Thailand di Sirkuit Buriram, di mana empat pembalap mereka mampu finis di posisi lima besar.
Baca Juga: Carlo Pernat: Marco Bezzecchi Satu-satunya Rider yang Bisa Hentikan Ducati di 2026
Dominasi Aprilia di Seri Pembuka MotoGP 2026
Aprilia Racing membuka musim MotoGP 2026 dengan hasil yang mengejutkan. Marco Bezzecchi tampil luar biasa dengan memenangkan balapan utama setelah memimpin sejak lap awal hingga finis.
Kemenangan itu menjadi respons sempurna setelah pembalap Italia tersebut gagal menyelesaikan Sprint Race sehari sebelumnya akibat terjatuh.
Dominasi Aprilia semakin terlihat karena tiga pembalap lainnya juga meraih hasil kuat. Raul Fernandez berhasil finis di posisi ketiga, disusul Jorge Martin di posisi keempat, sementara rookie Ai Ogura melengkapi performa impresif tim dengan finis kelima.
Hasil tersebut cukup mencuri perhatian karena Sirkuit Buriram selama ini bukan lintasan yang paling bersahabat bagi motor Aprilia. Namun peningkatan performa RS-GP terbaru membuat pabrikan asal Noale itu kini dianggap mampu menantang dominasi Ducati.
Melandri Minta Aprilia Tetapkan Hierarki Pembalap
Dalam sebuah diskusi motorsport di program Chiacchiere da Box, Marco Melandri menilai Aprilia perlu segera menetapkan hierarki jelas antara Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.
Menurut Melandri, Bezzecchi saat ini sedang berada dalam momentum terbaiknya. Karena itu, Aprilia harus memastikan tidak ada tekanan internal yang bisa mengganggu performanya.
“Bezzecchi sedang berada dalam performa luar biasa. Saya akan memastikan Martin tidak membuatnya kehilangan ketenangan,” kata Melandri.
Ia menilai kejelasan status pembalap utama sangat penting dalam perebutan gelar juara dunia, terutama ketika dua pembalap dalam satu tim sama-sama kompetitif.
“Menurut saya sangat fundamental untuk memiliki pembalap pertama dan kedua. Aprilia sekarang harus mengoptimalkan peluang mereka,” ujarnya.
Melandri juga menyoroti bahwa peningkatan performa Aprilia di Buriram menunjukkan tim tersebut telah menutup jarak dengan para rival utama.
“Thailand biasanya bukan trek yang bagus untuk Aprilia, tapi sekarang mereka sangat cepat. Itu menunjukkan mereka telah menutup gap dengan pabrikan lain,” tambahnya.
Bezzecchi Dinilai Bisa Ganggu Dominasi Ducati
Penampilan Bezzecchi di seri pembuka juga mendapat pujian dari agen MotoGP Carlo Pernat. Ia menyebut performa pembalap berusia 27 tahun itu sebagai sesuatu yang “stratosferik”.
Menurut Pernat, jika konsistensi tersebut dapat dipertahankan sepanjang musim, Bezzecchi berpotensi menjadi penantang utama bagi dominasi Ducati di MotoGP 2026.
Dengan kombinasi performa motor RS-GP yang semakin kompetitif dan kepercayaan diri pembalapnya yang meningkat, Aprilia dinilai memiliki peluang nyata untuk terlibat dalam perebutan gelar dunia musim ini.
Rivola Tetap Waspadai Ancaman Ducati
Meski timnya baru saja meraih kemenangan dominan, CEO Aprilia Racing Massimo Rivola memilih bersikap realistis.
Ia menegaskan bahwa Ducati masih menjadi patokan utama di MotoGP, terutama karena kekuatan para pembalapnya.
Baca Juga: Klasemen Sementara MotoGP 2026: Pedro Acosta Pimpin Puncak, Marco Bezzecchi Tempel Ketat
Menurut Rivola, Marc Marquez tetap menjadi sosok yang harus dikalahkan dalam perebutan gelar musim ini.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Aprilia tidak ingin terlalu cepat merasa puas dengan hasil awal musim, meskipun performa mereka di Thailand menunjukkan potensi besar untuk menantang dominasi Ducati sepanjang MotoGP 2026.
Ikuti Ihram.co.id
