Ihram.co.id — Agen senior MotoGP, Carlo Pernat, melontarkan pernyataan tegas usai seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand. Ia menyebut Marco Bezzecchi sebagai satu-satunya pebalap yang mampu menghentikan dominasi Ducati musim ini.
Pernyataan itu muncul setelah balapan di Buriram berjalan di luar ekspektasi Ducati. Untuk pertama kalinya dalam hampir lima tahun, pabrikan asal Borgo Panigale gagal menempatkan satu pun pebalapnya di podium Grand Prix.
Baca Juga: Hasil Tes MotoGP Buriram 2026 Hari Kedua: Aprilia Dominan, Ducati Mulai Tertekan
Bezzecchi Tampil “Stratosferis”
Membela Aprilia Racing, Marco Bezzecchi menunjukkan performa impresif. Meski sempat terjatuh saat memimpin Sprint Race pada Sabtu, ia bangkit di balapan utama Minggu dan meraih kemenangan dominan tanpa perlawanan berarti.
Aprilia bahkan mencatat hasil luar biasa dengan menempatkan empat pebalap di lima besar: Bezzecchi sebagai pemenang, Raul Fernandez finis ketiga, Jorge Martin keempat, dan rookie Ai Ogura di posisi kelima.
Pernat menyebut performa Bezzecchi berada di level berbeda.
“Bezzecchi tampil stratosferis dan, seperti yang sudah saya katakan, dia satu-satunya antagonis sejati Ducati,” ujar Pernat kepada GPOne.
“Tamparan Nyata” bagi Ducati
Hasil di Thailand menjadi pukulan telak bagi Ducati. Rekor 88 Grand Prix beruntun dengan setidaknya satu pebalap naik podium resmi terhenti. Terakhir kali Ducati gagal meraih podium terjadi pada GP Inggris 2021.
Pada seri pembuka 2026, hasil terbaik Ducati diraih Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 yang finis keenam. Sementara itu, Francesco Bagnaia hanya mampu finis kesembilan dan Marc Marquez gagal menyelesaikan lomba.
Pernat menilai dominasi Aprilia di Thailand sebagai “tamparan nyata” untuk Ducati, yang selama beberapa musim terakhir identik dengan kemenangan dan konsistensi podium.
Bagnaia: Ducati Tak Lagi Tercepat
Usai balapan, Bagnaia mengakui bahwa Ducati tidak lagi menjadi motor tercepat di grid.
“Kami bukan yang tercepat lagi,” ujar juara dunia dua kali tersebut, menegaskan adanya peningkatan signifikan dari rival, khususnya Aprilia.
Dengan regulasi teknis yang semakin ketat dan persaingan yang kian merata, keunggulan Ducati yang sebelumnya begitu dominan kini mulai tergerus.
Musim masih panjang, namun kemenangan dominan di seri pembuka memberi sinyal kuat bahwa Bezzecchi adalah kandidat serius peraih gelar. Konsistensinya, kecepatan balapan, serta kemampuan bangkit dari kesalahan di Sprint menjadi modal penting menghadapi panjangnya kalender MotoGP.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Akui Ducati Tak Lagi Tercepat, Aprilia Racing Dominasi MotoGP Thailand 2026
Bagi Pernat, peta persaingan kini berubah. Jika Ducati ingin kembali menguasai musim, mereka harus menemukan jawaban atas performa Marco Bezzecchi — yang dinilai sebagai satu-satunya pebalap dengan kapasitas menghentikan dominasi pabrikan merah tersebut pada 2026.
Ikuti Ihram.co.id
