— Pelatih Olympique Marseille, Roberto De Zerbi, menegaskan timnya tidak akan bermain bertahan saat menjamu Liverpool dalam lanjutan Liga Champions di Stade Velodrome, Kamis (22/1/2026).

Meski terpaut tiga poin di klasemen, wakil Prancis tersebut bertekad untuk bermain menyerang dan mengamankan kemenangan di hadapan pendukung sendiri.

Saat ini, Liverpool menempati peringkat kesembilan klasemen league phase dengan koleksi 12 poin. Sementara itu, tuan rumah berada di posisi ke-16 setelah mengumpulkan sembilan poin.

Meski The Reds lebih diunggulkan secara materi pemain, Marseille menyatakan tidak gentar menghadapi raksasa Inggris tersebut.

Strategi Menyerang De Zerbi

De Zerbi menolak untuk sekadar meredam gempuran lawan dan memilih pendekatan proaktif. Pelatih asal Italia ini percaya diri bahwa lini serang Marseille mampu memberikan ancaman serius bagi pertahanan Liverpool sepanjang pertandingan berlangsung.

Marseille memiliki sejumlah penyerang yang sudah akrab dengan gaya main Liverpool saat masih berkarier di Liga Inggris.

Nama-nama seperti Pierre-Emerick Aubameyang, Mason Greenwood, hingga Neal Maupay menjadi opsi utama bagi De Zerbi untuk membongkar pertahanan tim asuhan Arne Slot tersebut.

Target Kemenangan di Kandang

De Zerbi menekankan bahwa persiapan timnya selalu berorientasi pada hasil maksimal.

Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama tim, terutama di sektor depan, untuk menjaga intensitas permainan agar tidak menurun di babak kedua.

“Saya tidak pernah mempersiapkan pertandingan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil imbang. Kami mempersiapkan diri dan bermain untuk menang. Jika kami tidak bermain bersama, kami tidak akan menang; ini sangat penting terutama untuk para penyerang,” ujar De Zerbi dikutip dari situs resmi UEFA.

Pelatih berusia 46 tahun tersebut juga mengisyaratkan akan melakukan rotasi pemain jika diperlukan.

Ia memiliki kedalaman skuad di lini depan yang memungkinkan perubahan strategi pada menit ke-60 apabila energi para pemain utama mulai terkuras.