— Aktor kawakan Hollywood, Matt Damon, kembali memicu diskusi hangat setelah melontarkan kritik tajam terhadap fenomena cancel culture.

Dalam sebuah wawancara terbaru, bintang film The Martian ini menyebut bahwa dampak sosial dari pengucilan massal tersebut bisa terasa jauh lebih berat dan berkepanjangan dibandingkan hukuman penjara.

Pernyataan tersebut disampaikan Damon saat hadir bersama Ben Affleck dalam podcast The Joe Rogan Experience.

Kehadiran keduanya merupakan bagian dari rangkaian tur promosi untuk film terbaru mereka yang akan tayang di Netflix berjudul The Rip.

Dalam obrolan yang berlangsung santai namun mendalam tersebut, Damon menyoroti bagaimana kesalahan masa lalu seseorang kini bisa menjadi vonis mati bagi reputasi mereka.

Joe Rogan, sang pembawa acara, menggambarkan cancel culture sebagai kondisi di mana satu kesalahan di masa lalu dibesar-besarkan hingga seseorang dikucilkan dari kehidupan sosial secara permanen.

Menanggapi hal itu, Matt Damon menilai efek dari fenomena ini bersifat menetap dan meninggalkan luka sosial yang sulit disembuhkan.

Dampak Permanen di Mata Publik

Menurut Damon, penghakiman publik yang terus-menerus menjadi beban yang melekat seumur hidup bagi mereka yang menjadi target.

Ia menekankan bahwa sekali seseorang menjadi sasaran kemarahan massa di ruang digital, jejaknya tidak akan pernah benar-benar hilang.

“Ketika seseorang dikuliti secara publik seperti itu, dampaknya tidak pernah selesai. Itu akan terus mengikuti sampai ke liang kubur,” ujar Damon sebagaimana dikutip dari Fox News, Senin (19/1/2026).

Ia berargumen bahwa masyarakat modern cenderung kehilangan rasa pengampunan dan lebih memilih untuk melabeli seseorang berdasarkan satu titik terendah dalam hidup mereka.

Kilas Balik Kontroversi 2021

Matt Damon sendiri bukan orang asing bagi gelombang kritik publik. Pada tahun 2021, ia sempat menuai kecaman luas setelah wawancaranya dengan The Sunday Times viral.

Kala itu, ia mengungkapkan baru berhenti menggunakan kata bernada homofobik beberapa bulan sebelumnya setelah mendapat teguran keras dari putrinya.

Tak lama setelah kontroversi tersebut meledak, pria berusia 55 tahun ini segera memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menggunakan kata tersebut dalam kehidupan pribadi untuk menyerang individu mana pun dan berkomitmen untuk tidak menggunakan ujaran kebencian dalam bentuk apa pun.

Karier yang Tetap Melaju

Meski sempat diterpa badai kritik, karier Matt Damon terbukti tetap kokoh di industri film global. Setelah sukses membintangi film-film besar seperti Air dan Oppenheimer, ia kini tengah mempersiapkan proyek ambisius lainnya. Berikut adalah beberapa catatan perjalanan karier terbarunya:

TahunJudul FilmPeran/Status
2023OppenheimerLeslie Groves
2024The RipPemeran Utama (Netflix)
2026The OdysseyPemeran Utama (Christopher Nolan)

Damon dijadwalkan kembali ke layar lebar tahun ini sebagai pemeran utama dalam film The Odyssey garapan sutradara Christopher Nolan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ia vokal mengkritik budaya pengucilan, posisinya sebagai salah satu aktor paling berpengaruh di Hollywood tetap tidak tergoyahkan.