Ihram.co.id — Kylian Mbappe telah berhasil mengatasi salah satu kendala utama yang dihadapi Real Madrid sejak kepergian Karim Benzema, yaitu inkonsistensi dalam eksekusi tendangan penalti. Kedatangannya memberikan kepastian dan efektivitas yang sebelumnya dirindukan klub.
Sejak Benzema meninggalkan Santiago Bernabéu pada akhir musim 2022/2023, Real Madrid mengalami ketidakpastian dalam menentukan penendang penalti utama. Pelatih Carlo Ancelotti kala itu memilih untuk membiarkan para pemain menentukan sendiri berdasarkan kepercayaan diri dan perasaan di lapangan. Pendekatan ini, meskipun bertujuan menjaga harmoni, terbukti minim keandalan.
Ketidakpastian Pasca Benzema
Musim 2023/2024 menjadi bukti nyata masalah ini. Meskipun Vinícius Júnior berhasil mengonversi ketiga penaltinya, pemain lain seperti Joselu hanya mencetak satu dari tiga kesempatan. Luka Modrić dan Rodrygo juga tercatat gagal dalam eksekusi penalti mereka. Jude Bellingham memang berhasil mencetak satu gol dari penaltinya, namun secara keseluruhan, tingkat konversi penalti Real Madrid hanya berkisar di angka 55% yang tidak memuaskan.
Peran Awal Mbappe
Kedatangan Mbappe pada tahun 2024 awalnya diharapkan membawa otoritas baru, namun hierarki penendang penalti belum langsung terbentuk secara pasti. Pada musim pertamanya, Mbappe mengambil mayoritas penalti, mencetak tujuh dari sepuluh percobaan. Vinícius mencetak empat dari enam, sementara Bellingham satu dari dua.
Kini, Mbappe telah mencetak 12 dari 13 penalti yang dieksekusinya untuk Real Madrid, dengan tingkat keberhasilan lebih dari 92%. Satu-satunya kegagalannya terjadi dalam laga El Clásico, yang ironisnya tetap dimenangkan oleh Madrid.
Sebagai perbandingan, Vinícius Júnior hanya mencetak satu gol dari dua percobaan penalti, sementara Federico Valverde gagal dalam satu-satunya kesempatan penalti yang diambilnya di Piala Dunia Antarklub melawan Al Hilal.
Meskipun demikian, peran Mbappe dalam mengatasi masalah penalti yang menjadi warisan dari era pasca Benzema tidak dapat diremehkan. Ia telah memberikan ketenangan dan jaminan gol dari titik putih, sebuah aspek krusial yang sempat membuat Real Madrid gamang.
Ikuti Ihram.co.id
