McLaren Formula 1 Team mengalami hari yang sangat buruk pada balapan utama F1 GP China 2026 setelah kedua pembalapnya, Lando Norris dan Oscar Piastri, gagal memulai balapan di Shanghai International Circuit, Minggu (15/3).

Kedua mobil McLaren tercatat did not start (DNS) akibat masalah kelistrikan pada unit tenaga, membuat tim asal Woking itu pulang tanpa satu pun lap balapan pada seri kedua musim Formula One 2026.

Kegagalan ganda tersebut menjadi salah satu momen paling memalukan bagi McLaren dalam beberapa musim terakhir, terutama karena terjadi tepat sebelum balapan dimulai.

Baca Juga: Hasil F1 GP China 2026: Kimi Antonelli Raih Kemenangan Perdana, Mercedes Dominan di Shanghai

Norris Tak Pernah Keluar dari Garasi

Masalah pertama menimpa mobil Norris yang bahkan tidak sempat keluar dari garasi menuju grid start.

Pembalap asal Inggris itu mengungkapkan bahwa gangguan pada sistem kelistrikan unit tenaga membuat mobilnya tidak dapat dihidupkan sama sekali.

Menurut Norris, tim sebenarnya telah mencoba memperbaiki mobil sebelum jadwal keluar ke grid, namun kerusakan tersebut tidak dapat diselesaikan tepat waktu.

“Saya baru tahu sekitar 20 menit sebelum harus keluar dari garasi, tetapi tim tampaknya sudah bekerja memperbaiki sesuatu sejak sebelumnya,” ujar Norris.

Masalah tersebut akhirnya memaksa Norris untuk mengakhiri harapannya tampil di balapan bahkan sebelum mobilnya menyentuh lintasan.

Ia juga mengaku sangat kecewa karena ini merupakan DNS pertama dalam kariernya di Formula 1.

“Saya hanya kecewa. Saya tidak bisa melakukan pekerjaan saya hari ini. Semua orang di tim bekerja sangat keras,” kata Norris.

Piastri Bermasalah Sesaat Sebelum Start

Sementara itu, situasi yang dialami Piastri sedikit berbeda. Pembalap asal Australia tersebut sebenarnya sudah berhasil menuju grid start sebelum balapan dimulai.

Namun menjelang formation lap, mobilnya tiba-tiba mengalami gangguan yang memaksa mekanik mendorong mobil keluar dari grid.

Piastri menjelaskan bahwa mobilnya juga mengalami gangguan kelistrikan pada power unit yang digunakan McLaren.

“Semua terlihat normal saat menuju grid, lalu muncul masalah kelistrikan pada power unit,” kata Piastri.

Meski penyebab utamanya sama, yakni pada sistem kelistrikan unit tenaga, tim mengonfirmasi bahwa jenis gangguan pada mobil Piastri berbeda dengan yang dialami Norris.

Piastri Belum Menyelesaikan Satu Lap Balapan

Kegagalan di Shanghai membuat musim 2026 berjalan sangat sulit bagi Piastri.

Setelah dua seri awal musim, ia bahkan belum menyelesaikan satu lap pun dalam balapan utama. Meski demikian, pembalap Australia itu masih memiliki tiga poin berkat hasil yang diraih pada sesi sprint race.

Piastri mengaku situasi ini terasa ironis karena lintasan Shanghai pernah memberinya kenangan manis di masa lalu.

“Sudah lama rasanya sejak terakhir kali saya menonton dua grand prix dari televisi,” ujarnya dengan nada bercanda.

Tantangan Baru di Era Regulasi F1 2026

Musim 2026 menjadi awal era baru bagi Formula 1 dengan perubahan besar pada regulasi teknis dan sistem unit tenaga. Kompleksitas teknologi baru tersebut membuat sejumlah tim masih beradaptasi dengan berbagai komponen baru.

Situasi ini meningkatkan risiko munculnya masalah teknis, terutama pada awal musim ketika tim masih mengumpulkan data performa mobil.

Bagi McLaren, kegagalan ganda di GP China menjadi pukulan besar setelah tim tersebut diperkirakan menjadi salah satu penantang kuat dalam perebutan gelar musim ini.

McLaren Fokus Mencari Solusi

Meski kecewa dengan hasil di Shanghai, Norris menegaskan bahwa seluruh anggota tim akan bekerja keras untuk menemukan penyebab pasti masalah tersebut.

Ia menyebut mobil Formula 1 2026 merupakan mesin yang sangat kompleks dengan banyak komponen baru yang masih terus dipelajari oleh para insinyur.

Baca Juga: Lando Norris Frustrasi Usai F1 GP Australia 2026, Akui McLaren Masih Jauh dari Target

“Semua orang di garasi tentu kecewa. Para mekanik bekerja sangat keras, dan mobil ini adalah perangkat yang sangat kompleks. Kami akan mencari solusi dan kembali lebih kuat,” ujar Norris.

Dengan musim yang masih panjang, McLaren kini harus segera bangkit dan memastikan masalah teknis serupa tidak kembali terjadi pada seri berikutnya.