Ihram.co.id — Real Madrid resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Xabi Alonso pada Januari 2026. Keputusan ini diambil manajemen menyusul ketidakcocokan visi terkait kebijakan transfer pemain dan performa tim yang dianggap tidak memuaskan.
Alonso hanya bertahan selama setengah musim setelah didatangkan pada musim panas lalu dengan kontrak dua tahun. Kekalahan dari Barcelona di Final Piala Super Spanyol menjadi titik nadir yang memicu pemecatan mantan gelandang legendaris tersebut.
Konflik Transfer dengan Florentino Perez
Melansir laporan Marca, terdapat lima alasan utama di balik pemecatan ini, salah satunya adalah perselisihan dengan Presiden Florentino Perez. Alonso merasa tidak nyaman karena permintaannya untuk mendatangkan gelandang bertahan murni tidak dipenuhi oleh klub.
Awalnya, Alonso meminta Madrid menebus klausul pelepasan Martin Zubimendi dari Real Sociedad senilai 60 juta euro. Namun, Perez menolak karena menganggap harga tersebut terlalu mahal, hingga akhirnya sang pemain justru dibajak oleh Arsenal.
Kedatangan Franco Mastantuono yang Tidak Dibutuhkan
Alih-alih mendatangkan pemain nomor enam, Perez justru memboyong Franco Mastantuono dari River Plate dengan banderol yang serupa. Padahal, Alonso menilai stok gelandang serang di skuadnya sudah lebih dari cukup.
Ketidakefektifan transfer ini terlihat dari statistik sang pemain di lapangan. Sepanjang musim ini, Mastantuono tercatat baru bermain sebanyak 17 kali dengan kontribusi minimal berupa satu gol dan satu assist.
| Pemain | Posisi | Status Transfer |
|---|---|---|
| Martin Zubimendi | Gelandang Bertahan | Ditolak Perez (Pindah ke Arsenal) |
| Franco Mastantuono | Gelandang Serang | Dibeli Perez (Keinginan Klub) |
| Luka Modric | Gelandang | Kontrak Tidak Diperpanjang |
Masalah Perpanjangan Kontrak Luka Modric
Selain masalah pembelian pemain baru, Alonso juga kecewa karena permintaannya untuk memperpanjang kontrak Luka Modric ditolak oleh Perez. Alonso menganggap Modric adalah sosok panutan yang krusial bagi pemain muda dalam masa transisi kepelatihannya.
Meskipun Madrid memiliki Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga, Alonso menilai keduanya bukan bertipe gelandang bertahan murni. Ketegangan internal dengan manajemen dan beberapa pemain bintang akhirnya membuat posisi Alonso di Santiago Bernabeu tidak lagi tertolong.
Ikuti Ihram.co.id
