Ihram.co.id — Mantan pembalap sekaligus analis MotoGP Neil Hodgson menilai rencana perekrutan pembalap muda Pedro Acosta oleh Ducati Corse berpotensi memicu rivalitas internal dengan Marc Marquez.
Menurut Hodgson, jika kedua pembalap tersebut menjadi rekan setim mulai MotoGP 2027, kombinasi juara dunia berpengalaman dan talenta muda generasi baru bisa menjadi salah satu duet paling kuat di grid, namun juga membawa risiko persaingan ketat di dalam tim.
Rencana duet tersebut masih sebatas rumor, tetapi pengumuman resmi mengenai masa depan Acosta bersama Ducati disebut-sebut akan segera dilakukan.
Baca Juga: Ducati Dikabarkan Batal Rekrut Fabio Quartararo, Pedro Acosta Jadi Prioritas Utama
Ducati Dekati Talenta Muda Generasi Baru
Pedro Acosta saat ini dianggap sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di MotoGP. Pembalap muda asal Spanyol itu dikenal memiliki kemampuan adaptasi tinggi dan performa impresif di berbagai kelas balap.
Hodgson menyebut Ducati berupaya menggabungkan pembalap yang telah terbukti sebagai kandidat juara dengan talenta muda yang belum mencapai puncak performanya.
Ia menilai langkah Ducati merekrut Acosta merupakan strategi jangka panjang untuk mempertahankan dominasi di MotoGP, sekaligus membangun regenerasi pembalap papan atas.
Namun di sisi lain, kehadiran pembalap muda dengan potensi besar dapat memicu dinamika baru dalam tim, terutama bagi Marquez yang berstatus sebagai salah satu pembalap tersukses dalam sejarah MotoGP.
Marc Marquez Disebut Ingin Kontrak Fleksibel
Di tengah spekulasi kedatangan Acosta, Marquez dilaporkan masih menjalani negosiasi kontrak baru dengan manajemen Ducati di Borgo Panigale.
Beredar rumor bahwa pembalap berjuluk “The Baby Alien” tersebut menginginkan kontrak model satu tahun dengan opsi perpanjangan (one-plus-one), bukan kontrak jangka panjang.
Menurut Hodgson, skema kontrak fleksibel itu dapat menjadi langkah antisipatif bagi Marquez jika performa motor tidak sesuai harapan atau jika rekan setim barunya tampil sangat dominan.
Selain itu, perubahan peta persaingan pabrikan juga bisa memengaruhi keputusan Marquez dalam menentukan masa depannya di MotoGP.
Rivalitas Internal Dinilai Tak Terhindarkan
Analis MotoGP lainnya, Sylvain Guintoli, menilai kehadiran Acosta justru akan menjadi motivasi tambahan bagi Marquez untuk mempertahankan statusnya sebagai pembalap teratas.
Guintoli menyebut Acosta memiliki karakter pembalap spesial yang kerap tampil dominan atas rekan setimnya, sehingga potensi persaingan internal di Ducati akan semakin menarik.
Acosta sendiri kerap disebut sebagai “penerus Marquez” karena gaya balap agresif dan bakat luar biasa sejak usia muda. Sementara Marquez akan memasuki usia 34 tahun sebelum musim depan dimulai, membuat duel generasi berbeda ini berpotensi menjadi sorotan utama MotoGP.
Potensi kedatangan Acosta juga dikaitkan dengan masa depan sejumlah pembalap lain. Juara dunia Francesco Bagnaia disebut tengah mempertimbangkan opsi pindah ke Yamaha Motor Racing atau Aprilia Racing, yang dapat membuka kursi di tim pabrikan lain.
Baca Juga: Promotor MotoGP Tolak Ducati Tambah Tim Satelit Baru hingga 2027, Ini Alasannya
Jika perpindahan tersebut terjadi, perubahan susunan pembalap di beberapa tim diperkirakan akan mengubah peta persaingan MotoGP dalam beberapa musim ke depan.
Dengan potensi duet Marquez dan Acosta di Ducati, MotoGP 2027 diprediksi menghadirkan persaingan baru yang tidak hanya terjadi antar tim, tetapi juga di dalam garasi tim itu sendiri.
Ikuti Ihram.co.id
