— Tim pabrikan Italia, Ducati Lenovo Team, dikabarkan mengubah strategi perekrutan pembalap dengan mengurungkan minat mendatangkan juara dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo, dan memprioritaskan talenta muda Pedro Acosta sebagai bagian dari proyek jangka panjang.

Laporan tersebut diungkap jurnalis MotoGP Oriol Puigdemont, yang menyebut ketertarikan Ducati terhadap Quartararo telah meredup sejak beberapa waktu lalu. Pabrikan asal Borgo Panigale itu disebut memilih arah berbeda dalam menyusun komposisi pembalap untuk menghadapi perubahan besar di bursa transfer MotoGP 2027.

Keputusan ini sekaligus menandai perubahan pendekatan Ducati yang lebih menitikberatkan pada pengembangan talenta muda dibanding merekrut pembalap mapan.

Baca Juga: Promotor MotoGP Tolak Ducati Tambah Tim Satelit Baru hingga 2027, Ini Alasannya

Quartararo Pernah Tolak Peluang Bersama Ducati

Sebelumnya, Fabio Quartararo sempat memiliki kesempatan membela Ducati pada siklus kontrak pembalap MotoGP 2024. Namun pembalap asal Prancis tersebut memilih bertahan bersama Yamaha, meski mendapat opsi bergabung dengan tim satelit Ducati.

Saat itu, kursi utama Ducati diperebutkan oleh Marc Marquez dan Jorge Martín untuk mendampingi juara dunia dua kali Francesco Bagnaia.

Dengan kontrak Quartararo di Yamaha berakhir pada 2026 dan masa depan Bagnaia sempat menjadi bahan spekulasi, muncul dugaan Ducati akan kembali membuka pendekatan kepada Quartararo. Direktur umum Ducati Corse Luigi Dall’Igna disebut berpotensi menghidupkan kembali rencana tersebut.

Namun tawaran resmi dari Ducati tidak pernah terealisasi.

Meski mengendarai motor Yamaha yang dinilai kurang kompetitif dalam beberapa musim terakhir, Quartararo tetap tampil impresif. Ia mampu meraih lima pole position musim lalu, memperkuat reputasinya sebagai salah satu pembalap paling konsisten di grid MotoGP.

Di sisi lain, frustrasi Quartararo terhadap lambatnya perkembangan performa Yamaha dilaporkan turut menjadi perhatian internal tim.

Ducati Disebut Tak Lagi Jadikan Quartararo Prioritas

Dalam Paddock Pass Podcast, Puigdemont menyatakan Ducati sudah lama tidak menunjukkan ketertarikan penuh terhadap Quartararo.

Ia mengaku sempat terkejut dengan informasi tersebut, namun setelah melakukan verifikasi berulang, sumber internal memastikan Ducati tidak lagi bergerak ke arah perekrutan pembalap Prancis itu.

“Sejak tahun lalu, informasi yang saya dapatkan adalah Ducati tidak sepenuhnya tertarik kepadanya, tidak 100 persen,” ujar Puigdemont yang kami kutip dari MotoGPnews.com, Rabu (18/2).

“Saya sempat terkejut ketika pertama kali mendengar informasi itu, tetapi setelah saya cek kembali beberapa kali, mereka mengatakan bahwa itu bukan arah yang mereka tuju.” tambahnya.

Menurut laporan yang sama, Quartararo justru disebut berpotensi bergabung dengan Honda pada masa mendatang, meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Baca Juga: Ducati Diprediksi Masih Mendominasi MotoGP 2026, Ini 5 Alasannya

Ducati “All In” pada Pedro Acosta

Sebaliknya, Ducati disebut sangat agresif dalam mengejar Pedro Acosta, pembalap muda yang saat ini dinilai sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di dunia balap motor.

“Mereka sangat, sangat tertarik pada Pedro Acosta. Mereka benar-benar ‘terobsesi’ dengannya, dan itu arah yang mereka pilih,” kata Puigdemont.

Puigdemont mengungkapkan Ducati telah menunjukkan ketertarikan besar terhadap Acosta bahkan sebelum merampungkan pembicaraan kontrak dengan Márquez. Langkah tersebut mencerminkan tingginya posisi Acosta di pasar pembalap MotoGP.

Pembalap berusia 21 tahun itu juga disebut bersedia membuat kompromi dari sisi finansial demi mengendarai motor Ducati, yang dianggap sebagai motor paling kompetitif di grid saat ini. Acosta sebelumnya menyatakan bahwa motivasinya bukan semata faktor finansial, melainkan peluang membalap dengan motor terbaik.

Situasi ini disebut mirip dengan keputusan Márquez pada 2024 saat meninggalkan kontrak besar dengan Honda untuk membela Gresini Racing demi proyek kompetitif.

“Pedro berada dalam posisi untuk mengambil risiko. Uang bukan prioritas utamanya, prioritasnya adalah motor merah,” ujarnya.

Strategi Ducati Menatap Masa Depan MotoGP

Keputusan Ducati mengalihkan fokus dari Quartararo ke Acosta menunjukkan perubahan strategi besar pabrikan dalam membangun kekuatan jangka panjang. Alih-alih merekrut pembalap berpengalaman, Ducati memilih berinvestasi pada talenta muda yang dinilai memiliki potensi dominasi di masa depan.

Jika rencana perekrutan berjalan sesuai skenario, Ducati berpeluang memiliki komposisi pembalap elite dalam beberapa musim mendatang sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu pabrikan paling dominan di MotoGP.

Baca Juga: Ducati Diam-Diam Upgrade Motor Morbidelli, Performa Kini Dekati GP26

Dinamika bursa pembalap menuju musim 2027 pun diperkirakan akan semakin menarik, seiring perubahan strategi tim-tim besar dalam menentukan masa depan kompetisi.