— Mantan pembalap sekaligus pengamat MotoGP, Neil Hodgson, memprediksi pembalap Prancis Fabio Quartararo akan menjalani musim sulit pada ajang MotoGP 2026. Ia menilai Quartararo berpotensi menjadi salah satu pembalap paling mengecewakan musim ini, terutama karena situasi tidak menentu bersama Yamaha dan rencana kepindahannya ke Honda pada 2027.

Prediksi tersebut muncul di tengah menurunnya performa Yamaha serta tekanan besar yang dihadapi Quartararo dalam musim terakhirnya bersama pabrikan Jepang itu.

Baca Juga: Motor V4 Yamaha Masih Bermasalah di Tes MotoGP Thailand, Quartararo Akui Belum Siap Balapan

Musim Terakhir Bersama Yamaha Jadi Tantangan Berat

Quartararo yang menjadi juara dunia MotoGP 2021 bersama Yamaha belum lagi meraih kemenangan sejak pertengahan musim 2022. Kondisi tersebut membuat kesabarannya terhadap proyek pengembangan motor Yamaha disebut mulai menipis.

Bahkan sebelum menjajal motor Yamaha dengan mesin konfigurasi V4 untuk musim 2026, pembalap berjuluk “El Diablo” itu dilaporkan telah menyepakati kepindahan ke Honda mulai musim 2027.

Dalam podcast Gas it Out, Hodgson menilai situasi tersebut akan memengaruhi performa Quartararo sepanjang musim.

“Sebesar apa pun saya menyukainya, saya harus mengatakan Fabio Quartararo,” ujar Hodgson. “Sepertinya kepindahan ke Honda sudah hampir pasti. Ia akan meninggalkan proyek V4, dan ini akan menjadi musim panjang dengan 44 balapan. Dia akan mengecewakan.”

Kekhawatiran Hodgson semakin kuat setelah Quartararo terlihat menunjukkan gestur frustrasi terhadap motornya pada hari pertama tes pramusim di Buriram, Thailand.

Faktor Psikologis dan Performa Motor Jadi Sorotan

Pandangan serupa diungkapkan mantan pembalap MotoGP lainnya, Sylvain Guintoli. Ia menilai faktor psikologis dapat memengaruhi komitmen pembalap yang sudah mengetahui akan meninggalkan timnya.

Menurut Guintoli, Yamaha kemungkinan akan menghadapi masa sulit setelah beralih ke mesin V4. Pabrikan asal Jepang itu juga secara terbuka mengakui bahwa pengembangan motor baru membutuhkan waktu sebelum mampu bersaing di barisan depan.

“Jika motor tidak langsung kompetitif — dan tampaknya mereka sudah tertinggal — pembalap seperti Quartararo mungkin tidak akan mengambil risiko ekstrem seperti sebelumnya,” kata Guintoli.

Ia menilai kombinasi tekanan mental dan performa motor yang belum optimal berpotensi membuat performa Quartararo menurun sepanjang musim.

Tetap Jadi Andalan Yamaha Musim Lalu

Meski diragukan pada musim 2026, performa Quartararo pada musim sebelumnya menunjukkan konsistensi tinggi. Ia menjadi pembalap Yamaha terbaik dengan membawa motor yang dinilai paling lambat di grid ke posisi kesembilan klasemen akhir.

Quartararo juga mencatat lima pole position sepanjang musim, hanya kalah dari juara dunia Marc Marquez. Bahkan, ia menyumbangkan poin lebih banyak dibandingkan tiga pembalap Yamaha lainnya secara gabungan.

Pencapaian tersebut menegaskan peran penting Quartararo sebagai tulang punggung Yamaha, sekaligus memperlihatkan besarnya tantangan yang dihadapi tim dalam meningkatkan daya saing motor.

Fenomena Perpindahan Pembalap Jadi Perdebatan

Selain Quartararo, sejumlah pembalap lain juga disebut mulai mempertimbangkan masa depan mereka sebelum musim dimulai. Nama-nama seperti Pedro Acosta, Jorge Martin, dan Alex Marquez dikabarkan melakukan manuver awal terkait kemungkinan perpindahan tim.

Seorang bos tim MotoGP yang tidak disebutkan namanya bahkan mempertanyakan kebijakan membayar pembalap dengan nilai jutaan euro ketika mereka telah dipastikan akan membela pabrikan lain pada musim berikutnya.

Menurutnya, praktik tersebut tidak sepenuhnya logis secara bisnis, meskipun pernah terjadi sebelumnya. Ia juga menyoroti wacana penerapan bursa transfer pertengahan musim seperti dalam sepak bola, meski implementasinya dinilai sulit karena potensi kesepakatan informal di luar aturan.

Baca Juga: Fabio Quartararo Tunjukkan Gestur Frustrasi ke Yamaha V4 di Tes MotoGP Thailand 2026

Musim 2026 menjadi fase krusial bagi Yamaha dalam proyek pengembangan mesin V4 untuk kembali bersaing di papan atas MotoGP. Namun dengan performa motor yang belum stabil dan masa depan Quartararo yang sudah jelas, tekanan terhadap tim dan pembalap diperkirakan akan semakin besar.

Situasi tersebut membuat musim terakhir Quartararo bersama Yamaha menjadi periode penentuan, baik bagi reputasi sang pembalap maupun arah pengembangan tim di masa depan.