— Bintang sepak bola Brasil, Neymar da Silva Santos Júnior, memberikan sinyal kuat bahwa partisipasinya bersama Timnas Brasil akan segera berakhir. Dalam sebuah pernyataan emosional, pemain yang akrab disapa Neymar ini mengindikasikan bahwa Piala Dunia 2026 kemungkinan besar akan menjadi panggung internasional terakhirnya membela panji Selecao.

Pernyataan ini muncul di tengah ketidakpastian masa depannya di timnas, seiring dengan tidak masuknya namanya dalam daftar skuad Brasil untuk pertandingan persahabatan mendatang. Neymar menyampaikan pandangannya mengenai akhir karier internasionalnya melalui sebuah video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada Selasa (18/3/2026). “Tentu saja, ini Piala Dunia terakhir saya.

Saya tidak tahu apakah ini tahun terakhir saya di tim nasional, tetapi ini akan segera berakhir, dan kita harus menyadari itu,” ungkap Neymar, menyiratkan bahwa usianya yang semakin bertambah dan tuntutan fisik sepak bola level tinggi telah membuatnya mempertimbangkan untuk gantung sepatu dari kancah internasional. Ia menambahkan bahwa dirinya selalu berpesan kepada teman dan keluarga untuk menikmati setiap momen permainan selagi masih bisa, karena ia menyadari bahwa kariernya tidak akan berlangsung lama lagi.

Karier Internasional Menuju Senja

Pernyataan Neymar ini mencuat setelah pelatih tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti, tidak memasukkannya dalam skuad untuk dua laga uji coba internasional yang akan digelar Maret ini, melawan Prancis dan Kroasia. Neymar belum pernah lagi memperkuat timnas sejak Oktober 2023 akibat cedera lutut yang serius. Meskipun demikian, ia telah kembali bermain untuk klubnya, Santos, dalam beberapa pertandingan sejak pertengahan Februari. Situasi ini menimbulkan spekulasi mengenai masa depan Neymar di timnas, terlebih dengan adanya generasi baru pemain muda yang mulai unjuk gigi.

Neymar, yang kini berusia 33 tahun, telah menjadi tulang punggung lini serang Brasil selama lebih dari satu dekade. Ia telah mencatatkan 13 penampilan di Piala Dunia, dengan torehan delapan gol dan tiga assist. Penampilannya yang gemilang di Piala Dunia 2014 di Brasil, di mana ia berkontribusi langsung pada lima gol dalam lima pertandingan sebelum cedera di perempat final, menjadi salah satu momen paling diingat dalam kariernya. Namun, ia mengakui bahwa ia tidak akan sama seperti 10 tahun lalu, menyadari perubahan fisik dan tantangan yang dihadapi pemain seusianya.

Ambisi Terakhir dan Adaptasi

Meskipun menghadapi ketidakpastian dan harus berjuang untuk kembali ke performa terbaiknya, Neymar menegaskan tekadnya untuk tetap memberikan kontribusi maksimal bagi timnas Brasil jika diberi kesempatan. “Saya bisa membantu tim nasional. Saya bisa membantu dengan cara apa pun. Saya tahu kualitas yang saya miliki dan kekuatan yang saya miliki di lapangan,” ujarnya. Ia juga menyatakan keinginannya untuk tetap bermain sepak bola, apapun kondisinya, baik untuk Santos maupun timnas.

Keputusan Ancelotti untuk tidak memanggil Neymar ke dalam skuad kali ini, sebagaimana diungkapkan oleh sang pelatih, didasarkan pada kondisi kebugaran pemain yang belum mencapai 100 persen. Namun, Ancelotti juga menyatakan bahwa pemanggilan untuk skuad Piala Dunia adalah pertimbangan yang berbeda.

Situasi ini memberikan Neymar motivasi ekstra untuk membuktikan bahwa ia masih layak mendapatkan tempat di timnas dan meyakinkan Ancelotti untuk memasukkannya dalam skuad final Piala Dunia 2026. Dengan Piala Dunia 2026 yang semakin dekat, Neymar berupaya keras untuk pulih sepenuhnya dan kembali menunjukkan performa terbaiknya demi mewujudkan ambisi terakhirnya bersama tim nasional.

Perjalanan Karier Neymar

Neymar memulai debutnya bersama tim nasional Brasil pada usia 18 tahun pada tahun 2010. Sejak saat itu, ia telah menjadi ikon sepak bola Brasil, memecahkan berbagai rekor dan memenangkan berbagai gelar bersama klub-klub besar seperti Santos, Barcelona, dan Paris Saint-Germain. Namun, trofi Piala Dunia masih menjadi impian yang belum terwujud dalam karier gemilangnya.

Tekanan dan ekspektasi yang selalu menyertai namanya, ditambah dengan riwayat cedera yang cukup sering, tampaknya menjadi faktor yang mendorongnya untuk merencanakan akhir karier internasionalnya setelah turnamen akbar di Amerika Utara.

Perjalanan Neymar di kancah internasional memang penuh warna. Ia telah berpartisipasi dalam beberapa edisi Piala Dunia dan Copa América, memberikan kontribusi signifikan bagi tim Samba. Namun, kritik dan sorotan tajam dari publik Brasil terkadang menghantuinya, terutama ketika tim tidak mencapai hasil yang diharapkan.

Pernyataan Neymar mengenai akhir kariernya ini juga bisa menjadi refleksi atas pengalaman-pengalaman tersebut, sekaligus menjadi pengingat bagi para penggemar untuk menghargai setiap momen yang tersisa dari salah satu pemain terbaik generasi ini.