Ihram.co.id — Borussia Dortmund akan menghadapi tantangan besar dalam leg pertama playoff Liga Champions melawan Atalanta pada Selasa malam, karena dua bek tengah utama mereka, Nico Schlotterbeck dan Niklas Sule, dipastikan absen akibat cedera. Absennya kedua pemain kunci ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Niko Kovac yang sedang berupaya keras lolos ke babak 16 besar.
Schlotterbeck dan Süle tidak dapat mengikuti sesi latihan terbaru tim karena mengalami masalah otot dan cedera paha. Kepastian absen mereka diumumkan langsung oleh klub, yang menegaskan bahwa kedua pemain tersebut tidak akan tersedia untuk pertandingan krusial tersebut. Pertandingan leg pertama playoff Liga Champions antara Borussia Dortmund dan Atalanta dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026, pukul 03.00 WIB.
Krisis Lini Belakang Dortmund
Pelatih Niko Kovac kini dihadapkan pada dilema besar dalam menentukan komposisi lini pertahanannya. Selain Schlotterbeck dan Süle, Dortmund juga harus kehilangan Emre Can yang juga sedang dalam masa pemulihan cedera. Situasi ini membuat opsi di lini belakang menjadi sangat terbatas, dengan hanya Waldemar Anton yang siap tampil sebagai bek tengah senior.
“Kami saat ini memiliki empat bek tengah yang cedera. Kami tidak ingin mengambil risiko dengan Nico Schlotterbeck, jadi dia bukan pilihan,” ujar Kovac, menegaskan skala masalah di lini belakang timnya.
Absennya Schlotterbeck pada akhir pekan lalu saat Dortmund menang telak 4-0 atas Mainz karena suspensi, sementara Süle bermain hingga paruh pertama sebelum digantikan oleh Luca Reggiani karena akumulasi kartu kuning. Kini, keduanya dipastikan tidak bisa memperkuat tim di laga penting Eropa.
Opsi Pengganti dan Formasi Alternatif
Dengan minimnya pilihan di posisi bek tengah, Kovac kemungkinan besar akan memasang Ramy Bensebaini sebagai bagian dari tiga bek sejajar dengan Anton. Ada pula kemungkinan Luca Reggiani akan dipercaya untuk memulai pertandingan sebagai starter, yang akan menjadi debutnya sebagai pemain utama di lini belakang.
Kovac menyatakan bahwa sebagai pelatih, ia harus kreatif dan mencari berbagai alternatif untuk mengisi kekosongan tersebut. Ia juga membuka kemungkinan untuk mengubah sistem permainan tim. “Julian Ryerson pernah bermain di posisi bek tengah saat melawan Juventus dan Salih Ozcan juga bisa mengisi posisi tersebut,” jelasnya, menunjukkan fleksibilitas taktik yang mungkin diterapkan.
Borussia Dortmund sendiri sedang dalam performa yang solid di Bundesliga, memenangkan enam pertandingan terakhir dan belum terkalahkan dalam 15 laga terakhir. Namun, di Liga Champions, mereka menghadapi tekanan setelah menelan dua kekalahan beruntun di fase grup, yang membuat mereka harus melalui babak playoff sebagai tim tak unggulan.
Sejarah Pertemuan Dortmund dan Atalanta
Pertemuan antara Dortmund dan Atalanta di kompetisi Eropa bukanlah yang pertama. Kedua tim pernah bersua di babak 32 besar Liga Europa pada Februari 2018, di mana Dortmund berhasil melaju dengan keunggulan agregat 4-3.
Namun, rekor Dortmund melawan klub-klub Italia di Liga Champions secara keseluruhan kurang memuaskan, dengan hanya satu kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir. Meskipun demikian, Kovac menegaskan bahwa timnya siap menghadapi tantangan berat melawan Atalanta, yang ia sebut sebagai tim hebat dengan perkembangan yang signifikan selama bertahun-tahun.
“Atalanta adalah tim kuat, mereka pernah juara Liga Europa dua tahun lalu. Laga akan sangat intens dan penuh pertarungan satu lawan satu,” ujarnya, memprediksi pertandingan akan berjalan ketat dengan peluang kedua tim dianggapnya 50:50.
Ikuti Ihram.co.id
