Ihram.co.id — Pembalap muda KTM, Pedro Acosta, sukses memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri pembuka. Namun, di balik performa impresif tersebut, muncul keraguan soal peluangnya mempertahankan posisi hingga akhir musim.
Pengamat balap senior Carlo Pernat menilai bahwa keterbatasan motor KTM bisa menjadi faktor penghambat utama dalam perburuan gelar juara dunia musim ini.
Baca Juga: Pedro Acosta Sebut Duel dengan Marc Marquez di Sprint MotoGP Thailand sebagai Pertarungan Terbaiknya
Awal Musim Impresif di Thailand
Acosta tampil menonjol pada seri pembuka di MotoGP Thailand 2026. Ia meraih kemenangan di Sprint Race dan finis sebagai runner-up di balapan utama.
Hasil tersebut cukup untuk mengantarkannya ke puncak klasemen sementara, sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di grid MotoGP saat ini.
Performa ini juga menunjukkan peningkatan signifikan dibanding musim sebelumnya, terutama dalam hal konsistensi dan pengendalian risiko saat balapan.
KTM Dinilai Belum Setara Rival
Meski Acosta tampil gemilang, performa motor KTM secara keseluruhan masih dipertanyakan. Rekan setimnya belum mampu menunjukkan hasil serupa, yang menandakan adanya keterbatasan pada paket motor RC16.
Brad Binder hanya finis ketujuh di Thailand, sementara Enea Bastianini dan Maverick Vinales bahkan tertinggal jauh dari barisan depan.
Hal ini memperkuat anggapan bahwa Acosta menjadi satu-satunya pembalap yang mampu memaksimalkan potensi motor tersebut.
Baca Juga: Finis P7 di MotoGP Thailand, Brad Binder Akui KTM Masih Punya Banyak PR
Pernat Soroti Kelemahan Motor
Carlo Pernat secara tegas menyebut bahwa motor KTM masih menjadi titik lemah dalam peluang juara Acosta.
Ia menilai bahwa meskipun Acosta memiliki kemampuan luar biasa, performa motor yang belum konsisten akan menyulitkannya bersaing sepanjang musim.
“Acosta adalah talenta besar, tetapi dia sedikit terhambat oleh motornya,” ujar Pernat.
Menurutnya, Acosta bisa saja menciptakan hasil luar biasa di beberapa balapan, namun menjaga konsistensi di level tertinggi akan menjadi tantangan besar.
Marquez dan Bezzecchi Jadi Ancaman
Dalam peta persaingan gelar, Marc Marquez dan Marco Bezzecchi tetap menjadi ancaman utama.
Marquez sebagai juara bertahan dinilai masih menjadi tolok ukur performa, sementara Bezzecchi tengah dalam tren positif bersama Aprilia.
Keduanya memiliki kombinasi pembalap dan motor yang lebih stabil, yang bisa menjadi pembeda dalam perebutan gelar.
Masa Depan Cerah, Tantangan Nyata
Terlepas dari keraguan tersebut, masa depan Acosta tetap cerah. Ia disebut-sebut berpeluang bergabung dengan Ducati pada 2027, yang bisa memberinya paket motor lebih kompetitif.
Namun untuk musim 2026, tantangan utama Acosta adalah menjaga konsistensi performa dengan motor yang ada.
Baca Juga: Tech3 Bisa Tinggalkan KTM dan Beralih ke Ducati Jika RC16 Tak Kompetitif
Jika KTM mampu meningkatkan daya saingnya, peluang Acosta untuk bertahan di puncak klasemen tetap terbuka. Sebaliknya, jika tidak, posisinya bisa dengan mudah digeser oleh para rival.
Ikuti Ihram.co.id
