— Tim nasional Vietnam U-23 tengah berjuang melawan rasa rindu rumah demi ambisi membawa pulang trofi Piala Asia U-23 2026. Skuad asuhan Kim Sang-sik ini tercatat sudah meninggalkan negaranya selama satu bulan sejak gelaran SEA Games 2025 di Thailand pada pertengahan Desember lalu.

Ambisi Mengulang Sejarah 2018

Vietnam kini telah mencapai babak semifinal dan dijadwalkan menghadapi China. Kemenangan dalam laga ini akan membawa mereka kembali ke partai final, mengulang pencapaian bersejarah pada edisi 2018 saat masih dibesut oleh Park Hang-seo.

Perjalanan Nguyen Dinh Bac dan kawan-kawan di turnamen yang berlangsung di Arab Saudi ini tergolong impresif. Mereka lolos sebagai juara Grup A setelah menyapu bersih kemenangan atas Yordania, Kirgistan, dan Arab Saudi. Di babak perempat final, Vietnam sukses menyingkirkan Uni Emirat Arab dengan skor 3-2 melalui laga sengit selama 120 menit.

Kerinduan pada Kuliner Pho

Pelatih Kim Sang-sik mengungkapkan bahwa tantangan terbesar para pemain saat ini bukan hanya di lapangan, melainkan rasa rindu pada keluarga dan makanan khas Vietnam, Pho. Masakan mi sapi tersebut menjadi hal yang paling dirindukan oleh para penggawa Golden Star Warriors muda.

“Kami sudah berada di sini selama sebulan. Kami sangat merindukan Pho Vietnam,” ujar Kim Sang-sik sebagaimana dikutip dari VN Express.

Meski demikian, Kim menekankan pentingnya profesionalisme kepada anak asuhnya. Ia meminta seluruh anggota tim untuk tetap bersabar dan menjaga fokus pada dua pertandingan tersisa demi meraih gelar juara di turnamen tingkat Asia tersebut.

“Masih ada dua pertandingan lagi. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk memenangkannya. Semua orang di tim sangat merindukan Pho, tetapi kami saling mengingatkan untuk bersabar dan fokus bermain bagus agar bisa memenangkan pertandingan berikutnya,” tambahnya.