Kementerian Keuangan melaporkan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) membukukan pendapatan sebesar Rp 220 miliar hingga 31 Mei 2026. Angka ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat antara Kemenkeu dan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat.

Pemerintah memasang target pendapatan PIP untuk 2026 sebesar Rp 379 triliun, menurut paparan yang disampaikan dalam rapat tersebut.

Perbandingan Target dan Realisasi

Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, menyatakan, “Dari segi pendapatan ini, tahun ke tahun biasanya melebihi target. Sampai dengan bulan Mei 2026 pendapatan PIP mencapai Rp 220 miliar dari target Rp379 miliar,” dalam rapat di Gedung DPR pada Selasa (16/6/2026).

Pada 2025, pemerintah menargetkan pendapatan PIP sebesar Rp 372 triliun dan realisasinya tercatat melampaui target menjadi Rp 564 triliun.

Kinerja Penyaluran Ultra Mikro

Sampai dengan 5 Juni 2026, PIP mencatat realisasi penyaluran pembiayaan ultra mikro (Umi) kumulatif sejak 2017 sebesar Rp 64,2 triliun kepada 14,87 juta debitur.

Rincian menurut jenis akad menunjukkan penyaluran konvensional mencapai Rp 24,7 triliun kepada 5,96 juta debitur, sedangkan akad syariah terealisasi Rp 39,5 triliun kepada 8,91 juta debitur.

Untuk tahun 2026 saja, realisasi Umi tercatat sebesar Rp 5,36 triliun per 5 Juni 2026. Jumlah debitur Umi dilaporkan sebanyak 14,78 juta, dengan komposisi 407 ribu debitur pria (2,74%) dan 14,4 juta debitur wanita (97,26%).

“Jumlah debiturnya sudah 14,87 juta dan kebanyakan ini debiturnya wanita,” kata Astera.

Perluasan Kerja Sama dan Pendampingan

PIP menjalankan perluasan kerja sama pemberdayaan Umi dengan 22 kementerian/lembaga, 40 pemerintah daerah, 17 perguruan tinggi, dan 36 pihak lain. Selain itu, PIP menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan manajer kepada 12.932 wirausaha serta 2.321 sumber daya manusia penyalur.

Menurut Astera, program ini bertujuan memberi fasilitas kredit ultra mikro bagi masyarakat non-bankable, meningkatkan kapasitas membuka lapangan usaha, dan memperkuat kemandirian usaha bagi kelompok berpenghasilan rendah.