— Sejumlah pendukung Real Madrid membentangkan spanduk protes yang mendesak Presiden Florentino Perez untuk segera menanggalkan jabatannya. Aksi ini dipicu oleh rentetan hasil buruk yang menimpa Los Blancos, termasuk kegagalan meraih dua trofi dalam kurun waktu satu pekan.

Kegagalan Beruntun dan Pemecatan Xabi Alonso

Real Madrid dipastikan gagal menjuarai Piala Super Spanyol setelah kalah di partai final. Tak lama berselang, klub raksasa Spanyol ini tersingkir dari babak 16 besar Copa del Rey usai ditumbangkan klub divisi dua, Albacete, dengan skor 2-3.

Pertandingan kontra Albacete menjadi laga perdana Real Madrid selepas ditinggal Xabi Alonso. Mantan pelatih Bayer Leverkusen tersebut diberhentikan setelah kekalahan di final Piala Super Spanyol.

Beberapa sumber menyebut Xabi Alonso mundur karena tidak mendapat dukungan penuh dari pihak klub. Ia juga dilaporkan menghadapi situasi pemain dengan ego tinggi yang sering membangkang kepadanya.

Konflik Internal dan Kritik Terhadap Kebijakan Perez

Alih-alih mendukung pelatih, Florentino Perez selaku presiden diklaim justru lebih condong membela pemain. Sikap pria berusia 78 tahun itu rupanya tidak disukai oleh sebagian penggemar Real Madrid.

Menukil Mundo Deportivo, para pendukung membentangkan beberapa banner protes terhadap Perez di berbagai titik kota Madrid. Spanduk-spanduk tersebut berisi kecaman terhadap kepemimpinan sang presiden.

Tulisan yang tercantum dalam banner tersebut antara lain “Florentino: Game Over” dan “Super League, lahan parkir, stadion… kegagalan demi kegagalan, presiden yang sudah habis”. Ada pula pesan bertuliskan “Tinggalkan Los Galacticos, Anda siap untuk eutanasia”.

Berdasarkan isi tulisan tersebut, fans tidak hanya memprotes masalah teknis di lapangan. Mereka juga melontarkan kekecewaan atas langkah kontroversial Perez, termasuk gagasan European Super League yang ditentang keras oleh UEFA.