Ihram.co.id — Presiden Prabowo Subianto menuntaskan kunjungan kenegaraan ke Inggris dengan membawa sejumlah kesepakatan strategis, mulai dari komitmen investasi bernilai besar, kerja sama maritim, hingga kolaborasi di bidang pendidikan dan lingkungan hidup.
Prabowo melakukan lawatan ke Inggris sejak Senin (19/1/2026) hingga Rabu (21/1/2026). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden telah menyelesaikan seluruh agenda resmi selama kunjungan tersebut, termasuk pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer serta jajaran akademisi dari universitas terkemuka di Inggris Raya.
“Intinya, setiap Bapak Presiden melakukan kunjungan ke luar negeri, beliau ingin ada hasil konkret, ada produk, dan ada dampak positif yang bisa dirasakan langsung oleh Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).
Komitmen Investasi dan Kerja Sama Maritim
Salah satu hasil utama dari pertemuan Prabowo dengan PM Keir Starmer adalah komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun. Selain itu, kedua negara menyepakati penguatan kerja sama maritim, termasuk rencana pembangunan 1.582 kapal.
Menurut Teddy, pembangunan ribuan kapal tersebut akan dilakukan di dalam negeri sehingga berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memperkirakan proyek ini akan menyerap sekitar 600.000 tenaga kerja.
“Sekitar 30.000 orang akan bekerja sebagai awak kapal, kemudian kurang lebih 400.000 orang terlibat dalam proses produksi dan perakitan. Sisanya, sekitar 170.000 orang, merupakan efek berganda dari sektor-sektor pendukung lainnya,” kata Teddy.
Pemerintah menilai kerja sama ini sejalan dengan agenda penguatan industri maritim nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor kelautan.
Kerja Sama Pendidikan dengan Universitas Top Inggris
Selain agenda pemerintahan, Prabowo juga menggelar pertemuan dengan 24 profesor dari 24 universitas ternama di Inggris Raya, di antaranya King’s College London, University of Oxford, Imperial College London, hingga University of Edinburgh. Presiden juga bertemu dengan Menteri Pendidikan Inggris serta perwakilan Russell Group, jaringan universitas riset terkemuka di Inggris.
Dari rangkaian pertemuan tersebut, Indonesia dan Inggris sepakat memperluas kerja sama di bidang pendidikan tinggi. Prabowo menyampaikan rencana pemerintah untuk membangun 10 kampus baru di Indonesia, dengan fokus pada bidang kedokteran serta Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Kerja sama juga mencakup program pertukaran dosen, di mana profesor dari Inggris akan mengajar di sejumlah universitas di Indonesia. Pemerintah berharap langkah ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional sekaligus mendorong peringkat universitas Indonesia di tingkat global.
Dukungan Inggris untuk Pemulihan Lingkungan
Dalam kunjungannya, Prabowo juga bertemu dengan Raja Charles III. Pertemuan tersebut membahas isu lingkungan hidup dan konservasi. Inggris menyatakan komitmennya untuk mendukung Indonesia dalam upaya perbaikan ekosistem dan pemulihan lingkungan di 57 taman nasional.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat agenda perlindungan keanekaragaman hayati serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia, sejalan dengan komitmen global terhadap isu perubahan iklim dan pelestarian alam.
Dengan hasil kunjungan tersebut, pemerintah menilai lawatan Presiden Prabowo ke Inggris tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga menghasilkan kesepakatan konkret yang berdampak pada sektor ekonomi, pendidikan, dan lingkungan hidup di Indonesia.
Ikuti Ihram.co.id
