— Masa kepelatihan Xabi Alonso di Real Madrid berakhir singkat dan tanpa trofi. Meski mencatatkan persentase kemenangan mencapai 71,43 persen dari total 28 pertandingan, manajemen Los Blancos memutuskan mengakhiri kerja sama lebih cepat setelah rangkaian hasil yang dinilai tak memenuhi ekspektasi.

Real Madrid menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih kepala pada 1 Juni 2025. Mantan gelandang andalan Madrid itu dipercaya menggantikan Carlo Ancelotti, yang kontraknya diputus lebih awal menyusul evaluasi klub terhadap performa tim pada musim 2024/2025.

Kedatangan Alonso sempat membawa optimisme baru di lingkungan Santiago Bernabéu. Pada fase awal musim 2025/2026, Real Madrid tampil cukup meyakinkan dengan pendekatan permainan yang lebih agresif dan dinamis. Sejumlah kemenangan berhasil diraih di berbagai kompetisi, membuat Madrid tetap berada dalam persaingan papan atas.

Performa tersebut sempat memperkuat posisi Alonso di mata manajemen dan publik. Sebagai mantan pemain yang memahami kultur klub, ia dianggap mampu menjadi jembatan regenerasi skuad tanpa mengorbankan ambisi prestasi.

Titik Balik di Bulan November

Situasi mulai berubah memasuki awal November 2025. Kekalahan dari Liverpool di ajang Liga Champions menjadi titik balik performa Real Madrid. Setelah laga tersebut, konsistensi tim menurun dan Madrid kesulitan menjaga tren kemenangan dalam periode padat kompetisi.

Hasil-hasil yang tidak stabil memicu tekanan terhadap Alonso, terutama karena Real Madrid dituntut selalu kompetitif di level tertinggi, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Kritik semakin menguat seiring munculnya masalah dalam laga-laga besar.

Meski sempat kembali meraih kemenangan beruntun pada pertengahan Desember hingga awal Januari, Real Madrid gagal memaksimalkan momentum tersebut. Kekalahan dari Barcelona di ajang Piala Super Spanyol menjadi pukulan telak sekaligus pertandingan terakhir Alonso sebagai pelatih Los Blancos.

Tak lama setelah laga tersebut, manajemen Madrid mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kontrak Alonso lebih cepat. Klub kemudian menunjuk Álvaro Arbeloa sebagai pelatih anyar guna melanjutkan sisa musim 2025/2026.

Baca Juga: Barcelona Juara Piala Super Spanyol 2026 Usai Kalahkan Real Madrid 3-2 Lewat Brace Raphinha

Statistik Tinggi Tanpa Trofi

Selama menukangi Real Madrid, Xabi Alonso memimpin tim dalam 28 pertandingan di semua kompetisi. Dari jumlah tersebut, Madrid mencatatkan 20 kemenangan, tiga hasil imbang, dan lima kekalahan. Catatan itu menghasilkan persentase kemenangan sebesar 71,43 persen.

Namun, statistik tersebut tidak berbanding lurus dengan raihan prestasi. Dalam sejumlah ajang yang berpotensi menghasilkan gelar, termasuk turnamen pramusim FIFA Club World Cup dan Piala Super Spanyol, Madrid gagal mempersembahkan trofi di bawah arahan Alonso.

Ketiadaan gelar juara menjadi faktor utama di balik keputusan klub untuk mengakhiri masa kepelatihan Alonso, meski secara angka performa tim tergolong kompetitif.

Dengan berakhirnya era singkat Xabi Alonso, Real Madrid kini memasuki fase baru di bawah kepemimpinan Álvaro Arbeloa. Klub berharap pergantian pelatih dapat mengembalikan stabilitas sekaligus menjaga ambisi meraih gelar pada sisa musim.

Baca Juga: Real Madrid Pecat Xabi Alonso, Alvaro Arbeloa Ambil Alih Kursi Pelatih

Sementara itu, rapor Alonso di Madrid akan dikenang sebagai periode singkat dengan statistik kemenangan tinggi, namun tanpa pencapaian trofi yang menjadi standar utama di Santiago Bernabéu.